Rabu 09 Feb 2022 18:12 WIB

232 Tempat Isoman Disiapkan di Kota Bandung 

Tempat itu belum digunakan pasien Covid-19 sebab banyak memilih isoman di rumah.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Warga menggunakan alat pelindung diri menyemprotkan cairan disinfektan di area Rumah Singgah Sehat di Jalan Kuningan, Antapani, Kota Bandung, Rabu (9/2/2022). Pemerintah Kota Bandung menyiapkan tempat isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien Covid-19 atau keluarga pasien Covid-19 di 30 kecamatan guna mengantisipasi kasus Covid-19 yang terus mengalami kenaikan. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga menggunakan alat pelindung diri menyemprotkan cairan disinfektan di area Rumah Singgah Sehat di Jalan Kuningan, Antapani, Kota Bandung, Rabu (9/2/2022). Pemerintah Kota Bandung menyiapkan tempat isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien Covid-19 atau keluarga pasien Covid-19 di 30 kecamatan guna mengantisipasi kasus Covid-19 yang terus mengalami kenaikan. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Sebanyak 232 tempat isolasi mandiri (isoman) disiapkan Pemerintah Kota Bandung yang tersebar di 30 kecamatan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Sebagian tempat isoman tersebut berada pada bangunan milik warga dan sebagiannya lagi disiapkan pemerintah.

"Ada 232 (tempat isoman)," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna saat meninjau tempat isoman di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (9/2/2022).

Dia menuturkan, sudah mengecek beberapa tempat isoman di Antapani dan Arcamanik. Tempat isoman tersebut belum digunakan pasien Covid-19 sebab banyak yang memilih isoman di rumah masing-masing.

"Saya tadi ke wilayah Antapani Tengah. Antapani tadi tempatnya sangat luar biasa namun yang sangat menggembirakan di sana tidak ada kasus tapi antisipasi masyarakat luar biasa apalagi lingkungan sangat bersih kantor kelurahan bisa menjadi standar," katanya.

 

Dia mengatakan, kantor kelurahan Antapani Tengah memiliki kondisi ideal dengan ventilasi dan tata letak yang bagus. Sehingga, hampir semua program relatif berjalan dengan baik.

"Tempat isoman dalam rangka antisipasi sudah disiapkan bahkan di sana ada tempat bukan untuk isolasi orang sakit tapi memindahkan orang sakit di rumah yang sehat ke tempat isolasi," katanya.

Selanjutnya pihaknya juga mengecek tempat isoman di Kelurahan Sukamiskin yang ideal namun tidak terdapat pasien. Pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah dipastikan aman.

Ema mengatakan, mayoritas tempat isoman belum dipakai sebab banyak pasien yang menjalani isolasi di rumah masing-masing. Selain itu pihaknya berencana menggunakan hotel jika lonjakan kasus terus meningkat.

"Belum (dipakai) karena layak untuk di rumah masing-masing. Mudah mudahan bisa seperti itu walau kebijakan wali kota kita menyiapkan hotel apabila ada lonjakan kasus," katanya.

Dia pun memastikan, kebutuhan pasien selama menjalani isolasi didukung oleh masyarakat setempat dan instansi kewilayahan. Bahkan beberapa wilayah menyiapkan paket untuk pasien yang sedang isoman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement