Rabu 30 Nov 2022 15:25 WIB

Semburan Air dari PLTM di Garut tak Berdampak ke Warga

Saat terjadi kebocoran, air itu langsung kembali ke Sungai Cirompang.

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan.
Foto: Foto Polsek Bungbulang Garut
Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pipa saluran pembangkit listrik tenaga mikrohido (PLTM) milik PT Tirta Gemah Ripah di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, mengalami kebocoran pada Senin (28/11/2022). Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan.

Kepala Polsek Bungbulang, Inspektur Satu (Iptu) Usep, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya terdapat kerusakan di bagian atap bangunan Power House milik PT Tirta Gemah Ripah.

 

photo
Kebocoran itu menyebabkan semburan air dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan bangunan milik PT Tirta Gemah Ripah mengalami kerusakan. - (Foto Polsek Bungbulang, Garut.)

 

 

"Bangunan yang rusak itu hanya bangunan milik perusahaan. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan lain," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2021).

Menurut dia, lokasi pipa yang bocor itu cukup jauh dari permukiman warga. Sekitar 300 meter. Karena itu, ia memastikan, tak ada warga yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

"Jadi ketika air bocor, air itu langsung kembali ke Sungai Cirompang, yang lokasinya dekat dengan sumber kebocoran," ujar Usep.

Dia mengatakan, kebocoran pipa PLTM itu diduga terjadi akibat pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Tim teknis perusahaan juga disebut telah melakukan analisis, bahwa di wilayah itu terjadi pergerakan tanah sepekan sebelum peristiwa kebocoran.

Namun, menurut Usep, pergerakan tanah itu tak berdampak ke permukiman warga. Saat ini, tim teknis dari perusahaan sedang melakukan proses perbaikan akibat kebocoran yang terjadi. "Sekarang sudah dalam proses perencanaan perbaikan," kata Usep.

Ihwal kerugian, Usep mengaku, masih belum bisa memastikannya. Namun, ida menduga kerugian cukup besar, lantaran operasional perusahaan tersebut sementara terhenti. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement