Ahad 11 Dec 2022 06:25 WIB

Polres Bogor Siagakan 1.200 Personel untuk Pengamanan Libur Nataru

Berdasarkan kajian, Puncak menjadi wilayah yang paling dipadati wisatawan saat Nataru

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Antrean panjang kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sat Lantas Polres Bogor akan memberlakukan sistem buka tutup jalur untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor imbas tingginya antusiasme warga untuk berlibur di kawasan tersebut pada libur Nataru.
Foto: ANTARA/Yuius Satria Wijaya
Antrean panjang kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sat Lantas Polres Bogor akan memberlakukan sistem buka tutup jalur untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor imbas tingginya antusiasme warga untuk berlibur di kawasan tersebut pada libur Nataru.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Polres Bogor telah melakukan persiapan untuk melakukan pengamanan terhadap libur serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Kabupaten Bogor. Adapun jumlah personel yang disiagakan yakni sebanyak 1.200 personel.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, mengatakan, persiapan yang dilakukan mulai dari pendataan, pemetaan potensi kerawanan, patroli, imbauan, serta kegiatan kepolisian lain. Dengan tujuan untuk memberikan, menghadirkan rasa aman, rasa nyaman dan kelancaran pelaksanaan kegiatan perayaan Nataru.

“Kami sudah mempersiapkan personel pengamanan untuk di tempat-tempat ibadah, di tempat-tempat wisata di lokasi-lokasi publik lainnya. Itu berpotensi digunakan kegiatan perayaan ibadah natal maupun perayaan kegiatan perayaan menyambut tahun 2023,” kata Iman, Sabtu (10/12/2022).

Iman menjelaskan, berdasarkan hadil kajian, wilayah yang paling dipadati oleh masyarakat dan wisatawan yakni wilayah Puncak. Dimana di wilayah Puncak terdapat banyak lokasi wisata dan hotel.

 

Melihat dari potensi kepadatan yang akan timbul, lanjut dia, Polres Bogor sudah menetapkan penugasan anggota khususnya di jalur-jalur yang menuju ke destinasi wisata. Baik di wilayah Puncak, Sentul, dan Kabupaten Bogor bagian barat yang juga digemari wisatawan.

“Kemudian aktivitas masyarakat juga, baik itu sosial dan budaya dalam rangka nataru juga cukup meriah, sehingga potensi banyaknya kegiatan masyarakat ini berkaibat pada munculnya kemacetan itu sangat besar. Oleh karena itu kami konsen pada titik-titik tersebut,” ujar Iman.

Terkait pengalihan arus lalu lintas, menurut Iman hal itu bisa dilakukan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Seperti sistem satu arah atau one way, ganjil-genap, dan pengalihan arus ke Sukabumi atau Jonggol.

“Rekayasa lalu lintas mulai di operasi Nataru, mungkin sekitar tanggal 19 Desember kami sudah mulai melakukan upaya upaya rekayasa,” pungkasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement