Ahad 25 Dec 2022 19:28 WIB

Cegah Stunting, Relawan Emak-Emak Gencar Sosialisasi di Bandung Barat

Stunting masih menjadi permasalahan di Jawa Barat.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Fakhruddin
Cegah Stunting, Relawan Emak-Emak Gencar Sosialisasi di Bandung Barat (ilustrasi).
Foto: Republika/Mardiah
Cegah Stunting, Relawan Emak-Emak Gencar Sosialisasi di Bandung Barat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Relawan emak-emak yang yang tergabung di Mak Ganjar Jawa Barat melakukan antisipasi untuk menurunkan angka stunting di Jawa Barat, salah satunya di daerah Kabupaten Bandung Barat. Program yang dikerjakan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting.

Koordinator Wilayah Mak Ganjar Jawa Barat Nurapsi mengatakan stunting masih menjadi permasalahan di Jawa Barat. Oleh karena itu pihaknya berupaya melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat.

Baca Juga

"Kami terus mengupayakan untuk menyosialisasikan pencegahan stunting kepada emak-emak, salah satunya di Kabupaten Bandung Barat," ujarnya akhir pekan ini melalui keterangan resmi yang diterima, Ahad (25/12/2022).

Ia menuturkan kurang lebih sebanyak 200 ribu balita di Jawa Barat mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting yang diakibatkan gizi buruk. Terdapat beberapa wilayah angka stunting masih tinggi.

 

"Kami melakukan kolaborasi dengan menggandeng Dasawisma, PKK hingga Babinsa memberikan edukasi," ungkapnya.

Selain sosialisasi, pihaknya berkomitmen memberikan bantuan langsung. Serta menyediakan akses kesehatan, pemberian gizi pada anak dan lainnya.

"Kami akan mengupayakan untuk memberikan bantuan langsung berupa penyediaan akses kesehatan dan gizi yang layak bagi para emak-emak yang membutuhkan," katanya.

Nurapsi menambahkan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting dilakukan bagian dari konsolidasi dukungan untuk Ganjar Pranowo menjadi presiden tahun 2024. Ia berharap masyarakat Jawa Barat dapat merasakan program Pak Ganjar melalui kami.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement