Selasa 31 Jan 2023 10:18 WIB

Waspada! Copet HP Mengintai Pengunjung Masjid Al Jabbar

Satpol PP Jabar menerima lima laporan pengaduan masyarakat yang kecopetan HP.

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto
Ratusan wisatawan memadati Masjid Al Jabbar di Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung yang belum lama ini diresmikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Sabtu (7/1/2023).
Foto: Republika.co.id/Muhammad Fauzi Ridwan
Ratusan wisatawan memadati Masjid Al Jabbar di Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung yang belum lama ini diresmikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Sabtu (7/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Masyarakat yang datang berkunjung ke Masjid Al Jabbar, sebaiknya berhati-hati dengan barang berharga bawaanya, terutama HP. Pasalnya, Satpol PP Jabar menerima beberapa pengaduan masyarakat yang kecopetan HP.

Menurut Kepala Satpol PP Jabar M Ade Afriandi, dari 15 Januari 2023 sampai sekarang, pihaknya kurang lebih menerima lima laporan kehilangan HP. "Kalau dari peresmian sampai pekan kedua Januari, kami juga dapat laporannya tapi ada yang merasa lupa nyimpen atau memang ada yang mengambil mereka ga yakin. Nah setelah dua minggu berjalan mulai banyak laporan kehilangan barang yang ada di tas, rata-rata hilang HP," ujar Ade Afriandi kepada Republika, Selasa  (31/1/2023).

Baca Juga

Ade menjelaskan, para pemilik yang kehilangan HP itu mengaku awalnya, HP tersebut disimpan di tas. Tapi saat akan pulang, dia mencari HP-nya sudah tak ada.

"Korbannya mayoritas perempuan, tapi laki-laki juga ada. Bahkan, satpam kami ada yang jadi korban kehilangan HP. Meskipun dia ragu ya apa dia yang sembarangan menyimpan atau memang ada copet," katanya.

Ade mengatakan, untuk pengamanan atau pengawasan agar pencopetan ini tak terjadi lagi di masjid, pihaknya terus menyiagakan petugas pengamanan. Mereka, terdiri dari Satpol PP Jabar, Satpol PP Kota Bandung dan Satpam yang memang sudah di tugaskan oleh Disperkim atau badan dilingkup Pemprov Jabar.

Total petugas keamanan, kata dia, antara 80 sampai 100 orang setiap satu shiftnya. Mereka mengawasi selama 12 jam, jadi memang tidak memadai. Terutama, saat pengunjungnya banyak dan membludak. 

"Satu security itu perbandingannya bisa 50 sampai 100 kan gitu ya jadi nggak ideal," katanya.

Padahal, kata dia, petugas keamanan tersebut harus mengawasi Masjid Al Jabbar yang luasnya mencapai 25 hektare. Belum lagi, ada fasilitas-fasilitas yang terpisah, tapi saling terkoneksi. Contohnya, ada fasilitas utama untuk shalat tapi di bawahnya ada tempat pameran. Lalu ada ruang-ruangan di bawah atau basement, ada selasar disi Utara dan Selatan sama Timur.

"Nah itu menyambung ke jembatan dan ke taman dan area parkir gitu. Memang selain luas tidak sebanding antara jumlah petugas dengan pengunjung," katanya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement