Senin 13 Feb 2023 12:43 WIB

Warga Gejala Keracunan di Tenjo, Dinkes Bogor Cek Makanan Resepsi Nikah

Camat Tenjo melaporkan ada puluhan warga yang mengalami gejala keracunan.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Penanganan warga mengalami gejala keracunan.
Foto: Republika
(ILUSTRASI) Penanganan warga mengalami gejala keracunan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Polsek Tenjo berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyelidiki kasus puluhan warga yang mengalami gejala keracunan. Sejumlah warga dikabarkan mengalami gejala keracunan setelah menghadiri acara resepsi pernikahan.

Resepsi pernikahan warga tersebut digelar di Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jumat (10/2/2023). Menurut Kepala Polsek (Kapolsek) Tenjo, Iptu Suyadi, sampel makanan dari hajatan itu sudah diambil untuk diperiksa. Selain makanan, diambil juga sampel air yang digunakan untuk memasak.

“Sampel (yang diamankan) ada sisa makanan kemarin, ikan tongkol, air yang digunakan untuk memasak. Akan dilakukan uji laboratorium oleh Dinkes Kabupaten Bogor,” kata Kapolsek, Ahad (12/2/2023).

Polisi juga sudah meminta keterangan dari warga penyelenggara resepsi pernikahan. “Hanya wawancara karena yang punya hajat juga kan, ada tujuh orang lebih lah, pengantinnya juga dirawat karena kan ikut makan juga,” ujar Kapolsek.

 

Berdasarkan informasi sementara ini, Kapolsek mengatakan, keluarga penyelenggara resepsi pernikahan itu membeli bahan makanan dari pasar dan memasak sendiri. Masakan itu disajikan saat resepsi pernikahan yang digelar di rumah.

Soal penyebab warga mengalami gejala keracunan, Kapolsek mengatakan, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dan air yang dilakukan Dinkes Kabupaten Bogor. 

Menurut Camat Tenjo, Yudhi Utomo, aparat kepolisian, petugas puskesmas, Satuan Polisi Pamong Praja, juga pemerintah desa sudah melakukan pemeriksaan ke rumah warga yang menyelenggarakan hajatan.

“Hal ini dilakukan karena hampir semua keluarga pemangku hajatan dan warga yang keracunan makanan mengalami gejala serupa setelah dari acara tersebut. Mulai dari keluarga, tamu undangan, panitia, bahkan keluarga dari kota lain,” kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement