Senin 06 Mar 2023 18:52 WIB

Pemkab Indramayu Akan Pulangkan 56 Pekerja PLTU Terlantar di Morowali

Mereka merupakan pekerja di PLTU Morowali, yang ditinggal kabur oleh kontraktornya.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Lutfi Alharomain, Senin (6/3/2023).
Foto: Republika/ Lilis Sri Handayani
Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Lutfi Alharomain, Senin (6/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pemkab Indramayu sedang mengupayakan pemulangan 56 warganya yang kini terlantar di Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka merupakan pekerja di PLTU Morowali, yang ditinggal kabur oleh kontraktornya dan gaji tidak dibayar.

Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Lutfi Alharomain, mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan biaya untuk pembelian tiket pesawat bagi 56 pekerja  tersebut.

''Jadi kami yang akan ngongkosi. Setelah itu kami akan jemput mereka di Bandara Soekarno Hatta,'' kata Lutfi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/3/2023).

Sambil menunggu proses pemulangan tersebut, lanjut Lutfi, Pemkab Indramayu juga membantu pemenuhan kebutuhan biaya hidup sementara bagi puluhan warga Indramayu itu. Sedangkan untuk tempat tinggal, selama ini mereka tinggal di mess yang telah disediakan pihak perusahaan.

Lutfi menyebutkan, secara keseluruhan ada 117 warga Kabupaten Indramayu yang diberangkatkan untuk menjadi pekerja di proyek PLTU Morowali. Mereka diberangkatkan oleh salah satu perusahaan kontraktor yang beralamat di Batam.

Sebanyak 117 orang itu bekerja sejak Januari 2023. Namun sejak sebulan terakhir, mereka tidak diberi gaji sehingga membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penanggung jawab mereka juga kabur.

Sejumlah pekerja kemudian memilih pulang ke Kabupaten Indramayu, setelah mendapat kiriman uang dari keluarga mereka di kampung halaman. Mereka pulang dengan terbagi ke dalam dua kelompok, yakni 16 orang dan 30 orang.

‘’Yang dua kloter awal itu memang laporannya belum masuk ke kami,’’ terang Lutfi.

Sejumlah pekerja lantas melakukan komunikasi dengan Bupati Indramayu, Nina Agustina, melalui video dan pesan singkat WhatsApp. Mereka meminta tolong agar bisa pulang ke Kabupaten Indramayu.

‘’Ibu Bupati memerintahkan agar mereka segera dipulangkan ke Kabupaten Indramayu,’’ kata Lutfi.

Lutfi mengatakan, saat berkomunikasi dengan Pemkab Indramayu, ada 15 pekerja yang telah membeli tiket pesawat dengan uang sendiri. Mereka pulang dengan pesawat dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Karenanya, Pemkab Indramayu hanya melakukan penjemputan di bandara tersebut.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat melakukan penjemputan terhadap 15 pekerja asal Indramayu itu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Ahad (5/3/2023).

Lutfi menyatakan, saat ini tersisa 56 pekerja asal Kabupaten Indramayu yang masih berada di Morowali dan akan segera dipulangkan ke Kabupaten Indramayu. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement