Sabtu 11 Mar 2023 05:35 WIB

Bima Arya Minta Pembacokan Siswa SMK di Bogor Jadi Atensi

AS tewas usai disabet menggunakan pedang oleh pelajar lain.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, angkat suara terkait peristiwa pembacokan terhadap pelajar SMK Kota Bogor di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, pada Jumat (10/3/2023) pagi. Dia meminta, agar kejadian tersebut menjadi atensi bagi pihak yang berwenang.

“Ya sudah mendapatkan laporan, itu (korban) warga Kabupaten Bogor tetapi SMK-nya di Kecamatan Bogor Utara (Kota Bogor),” kata Bima Arya, Jumat (10/3/2023).

Bima Arya mengungkapkan, kesedihan dan kekesalannya terkait dengan peristiwa penganiayaan yang merenggut korban jiwa tersebut. Terlebih, dia tak bisa menerapkan kebijakan lantaran SMK berada di bawah naungan dan tanggung jawab Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Oleh karena itu, Bima Arya meminta, agar kejadian tersebut menjadi atensi bagi semuanya, termasuk pembinaan terhadap sekolah. “Saya terus terang geregetan karena SMA/SMK ini bukan kewenangan Wali Kota, kalau kewenangan kami pasti sudah ada sanksi keras terhadap SMK yang bersangkutan,” ujar Bima Arya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengusulkan kepada KCD Pendidikan Wilayah II untuk memberikan sanksi sekeras-kerasnya. Serta melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sekolah-sekokah yang dalam catatan ini terlihat aktif dalam tawuran.

“Saya mengusulkan sanksi sekeras mungkin, antara lain dengan tidak mengijinkan melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), menyetop bantuan, dan sebagainya,” ucap dia.

Sebelumnya, diberitakan seorang pelajar berinisial AS, tewas bersimbah darah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Jumat (10/3/2023). AS tewas usai disabet menggunakan pedang oleh pelajar lain, saat tengah menyebrang di lampu merah Simpang Pomad.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menegaskan, akan melakukan penangkapan terhadap pelaku penyerangan ini. Disinggung apakah polisi sudah mengindentifikasi pelaku, ia mengaku akan melakukan penyelidikan terlebih dulu.

“Kita lakukan penyelidikan, kita tunggu hasil dari penyelidikan, kita tangkap pelaku. Kita lakukan penyelidikan terlebih dulu,” pungkasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement