Senin 13 Mar 2023 16:53 WIB

Anggota DPRD Sebut Tiga Keluhan Wisatawan di Bandung

DPRD mendorong Pemkot Bandung mengatasi persoalan yang dikeluhkan wisatawan.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Irfan Fitrat
Sejumlah penari melintas di depan mural Kampung Wisata Kreatif (KWK) Sentra Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/3/2023). Pemerintah Kota Bandung melakukan aktivasi KWK Cibaduyut dengan harapan dapat meningkatkan dunia pariwisata, perekonomian, dan seni budaya.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah penari melintas di depan mural Kampung Wisata Kreatif (KWK) Sentra Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/3/2023). Pemerintah Kota Bandung melakukan aktivasi KWK Cibaduyut dengan harapan dapat meningkatkan dunia pariwisata, perekonomian, dan seni budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyebut setidaknya ada tiga keluhan wisatawan di Kota Bandung, Jawa Barat. Persoalan yang dikeluhkan itu dinilai bisa membuat enggan wisatawan berkunjung ke Kota Bandung.

“Kendala yang saat ini dikeluhkan wisatawan yang datang ke Bandung adalah masalah kemacetan, kurangnya lahan parkir, dan banyaknya biaya pungutan liar,” kata Asep, saat menghadiri peluncuran aktivasi Kampung Wisata Kreatif (KWK) Sentra Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung, Senin (13/3/2023).

Menurut Asep, tiga persoalan tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar dapat mempertahankan status Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Provinsi Jawa Barat.

Pemkot Bandung pun diharapkan memikirkan fasilitas pendukung KWK. Seperti akses jalan, lahan parkir, termasuk penginapan. Menurut Asep, fasilitas pendukung ini bukan hanya untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung atau wisatawan, melainkan juga bagi pelaku usaha dan warga sekitar KWK.

Dengan begitu, Asep mengatakan, keberadaan KWK akan mendukung pariwisata dan perekonomian Kota Bandung.

“Jadi, jangan sampai kita hanya luncurkan banyak KWK, tapi fasilitas pendukungnya tidak. Ini yang sampai sekarang masih jadi PR (pekerjaan rumah) bersama. Bagaimana upaya kita agar bisa mengintegrasikan KWK ini sebagai pusat kegiatan ekonomi yang nyaman, bukan hanya bagi para perajin atau pedagang, tapi juga pengunjung atau wisatawan,” kata Asep.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengibaratkan pariwisata sebagai nadi Kota Bandung. Untuk itu, kata dia, dibutuhkan inovasi dan pengembangan dunia pariwisata. Salah satunya disebut melalui pembentukan kampung-kampung wisata kreatif.

Yana mengatakan, pemkot akan berupaya melengkapi fasilitas pendukung KWK. Termasuk di KWK Cibaduyut. “Sentra ini akan dilengkapi infrastrukturnya. Misalkan dengan paket wisata, sehingga orang itu bisa berwisata dengan shuttle bus, jadi tidak perlu semua orang membawa mobil pribadi. Ini lebih mudah untuk mengurangi kemacetan,” kata Yana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement