Jumat 17 Mar 2023 15:22 WIB

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Merah di Kota Bandung Tertinggi di Jabar

Sumber pangan Kota Bandung hampir seluruhnya dari luar wilayah.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agus Yulianto
Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan, sudah menjadi siklus berulang dan terjadi hampir di seluruh daerah di Tanah Air. Di Jawa Barat, harga cabai merah terus menunjukkan kenaikan yang konsisten sejak sepekan terakhir., 

Dan Kota Bandung menjadi wilayah dengan kenaikan harga tertinggi yakni Rp 55 ribu per kilogram. Setelah itu, disusul Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Cirebon.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga cabai merah di Kota Bandung melampaui harga rata-rata Jabar per Jumat (17/3/2023), Rp 43.400 per kilogram. Berdasarkan data, cabai merah di Pasar Kiaracondong dan Pasar Kosambi kompak bertengger di harga Rp 55 ribu sejak Senin (13/3) lalu. 

Sedangkan harga cabai merah di kota lain di Jawa Barat seperti Bogor masih berkisar di angka Rp 39 ribu hingga Rp 42.750. Sementara Kota Bekasi justru menunjukkan penurunan, dari Rp 48.750 menjadi Rp 47.500 per kilogram.

Asisten Daerah (Asda) 2 Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung Erick M Ataurik mengatakan, sejauh ini, Pemerintah Kota Bandung telah melancarkan sejumlah upaya untuk menstabilkan harga pangan pokok dan menekan angka inflasi. Dia juga menerangkan, bahwa dalam dua bulan terakhir, angka inflasi Kota Bandung terus mengalami penurunan dan termasuk yang terendah di Jawa Barat.

“Angka inflasi Kota Bandung dalam dua bulan terakhir termasuk terendah di Jabar, bahkan di Februari lalu man to man (mtm) kita di 0,26 persen,” ujarnya kepada Republika, Jumat (17/3/2023).

Saat ditanya mengenai tingginya harga cabai di Kota Bandung, dia menjelaskan, kondisi Kota Bandung sebagai wilayah yang sumber bahan pangannya masih hampir seluruhnya bergantung pada wilayah lain. Sehingga, harga yang dipatok juga tidak semurah wilayah lainnya. 

Kondisi ini juga diperburuk dengan kurang bersahabatnya cuaca dalam beberapa waktu terakhir ini. “Ini faktor cuaca juga berpengaruh ya, jadi cabai-cabai itu mulai melonjak naik. Diharapkan cuaca akan lebih bagus agar panen bisa optimal. Masyarakat juga kalau bisa kurangi penggunaan cabai lah ya,” ujarnya.

Meski begitu, dia memastikan, bahwa stok pangan di Kota Bandung dalam kondisi aman, termasuk cabai. Walaupun memang kenaikan harga tidak dapat dihindari terutama menjelang Ramadhan, ujarnya.

“Tapi kalau dari produsen, dari Ciwidey, mereka memastikan bahwa stok aman walaupun memang menjelang ramadhan kebutuhan cabai meningkat apalagi banyak yang munggahan jadi permintaan meningkat tapi dari sisi pasokan mah aman,” ungkapnya.

Terkait stok pangan lain, seperti beras, Erick menegaskan, bahwa pasokan dalam kondisi aman terkendali. Menurutnya, berdasarkan informasi Bulog cabang Bandung, pasokan beras Kota Bandung dalam keadaan aman hingga tiga bulan kedepan. 

"Semakin dekatnya waktu panen raya juga akan mengurangi kekhawatiran terjadinya lonjakan harga atau kelangkaan beras," ujarnya.

Pihaknya juga dapat info dari BI Jabar bahwa stok beras di Jabar mulai melimpah di bulan ini. Dan ini menambah keyakinan bahwa masyarakat tidak perlu lagi khawatir akan kelangkaan beras.

“Kami juga menghimbau agar masyarakat tidak panic buying. Kita juga terus lakukan monitoring ke pasar-pasar untuk memantau terus fluktuasi harga dan keamanan stok pangan,” ucap Erick.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement