Senin 27 Mar 2023 17:17 WIB

Cegah Perang Sarung, Polresta Cirebon Cek Kumpul-Kumpul Remaja

Polresta Cirebon berupaya mendeteksi dini potensi perang sarung atau tawuran.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
Kepala Polresta (Kapolresta) Cirebon Kombes Pol Arif Budiman.
Foto: Dok Humas Polresta Cirebon
Kepala Polresta (Kapolresta) Cirebon Kombes Pol Arif Budiman.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Jajaran Polresta Cirebon, Jawa Barat, berupaya melakukan antisipasi dini untuk mencegah perang sarung atau tawuran antarwarga pada bulan Ramadhan ini. Polresta Cirebon menggiatkan patroli ke berbagai lokasi dan mengecek tempat-tempat warga berkumpul, khususnya remaja.

Kepala Polresta (Kapolresta) Cirebon Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, patroli itu terutama dilakukan selepas shalat Tarawih maupun menjelang sahur. “Seperti kemarin yang di (Kecamatan) Depok, sebelum kejadian, baru kumpul-kumpul, sudah kita bubarkan,” kata Kapolresta di Markas Polresta Cirebon, Senin (27/3/2023).

Tak hanya di Kecamatan Depok, pembubaran terhadap kelompok remaja yang diduga akan melakukan perang sarung juga dilakukan jajaran Polresta Cirebon di tempat lainnya. Seperti di wilayah Kecamatan Palimanan dan Pabuaran. “Jadi, masih pada kumpul-kumpul, disisir oleh anggota kita, terus dibubarkan. Belum (terjadi perang sarung), baru kumpul-kumpul,” kata Kapolresta.

Kapolresta mengatakan, kebanyakan remaja yang kumpul-kumpul ini masih pelajar SMP. Karena dikhawatirkan dari kumpul-kumpul itu berujung perang sarung atau tawuran, makanya para remaja tersebut dibubarkan.

 

Kapolresta mengaku memerintahkan seluruh jajarannya untuk bertindak cepat, tanpa perlu menunggu terjadi tindakan perang sarung atau tawuran. Ia menekankan upaya preventif untuk mencegah korban. “Sehingga mereka baru kumpul-kumpul pun kita datangi, kita sisir, kita cek,” kata dia.

Jika dari pengecekan ditemukan barang-barang yang dinilai membahayakan, seperti senjata tajam, Kapolresta mengatakan, akan diproses lebih lanjut. Jika tidak, warga yang berkumpul akan dibubarkan saja. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement