Rabu 10 May 2023 12:42 WIB

Kasus Covid-19 di Jabar Meningkat Selama Libur Lebaran

Pemberian vaksinasi Covid-19 terus dilakukan, baik vaksinasi pertama hingga booster.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi memberikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan Covid-19 di Jabar.
Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi memberikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan Covid-19 di Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar memastikan saat ini status pandemik masih diterapkan di 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar. Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi ini terlihat saat Idul Fitri 1444 H. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar, Nina Susana, pada saat lebaran ada tren peningkatan kasus, hal ini diiringi dengan mobilitas masyarakat yang tergolong tinggi, relaksasi tempat wisata juga telah dilakukan. 

Baca Juga

"Pada saat lebaran itu meningkat. Jadi pada awal Maret hanya 65 pasien, begitu lebaran itu sampai 300 - 400, bahkan hingga 600 kasus," ujar Nina, Rabu (10/5/2023).

Namun sekarang, kata dia, sudah menurun 300 lagi. "Tapi tetap kami meningkatkan kesiapan karena Bandung raya ini paling tinggi dan BOR nya juga tinggi," katanya. 

 

Meski begitu, kata dia, untuk kekebalan imun di Jabar sendiri sudah mulai terbangun. Artinya, pemberian vaksinasi Covid-19 juga terus dilakukan, baik vaksinasi pertama hingga booster kedua. 

"Kita harus tetap menjalankan prokes dengan baik. Karena kita tidak tahu yang namanya artaktur virus itu penyebarannya lebih cepat walaupun gejalanya seperti flu biasa. Jadi tetap harus prokes karena di Jabar masih ada dan tinggi," paparnya.

Melihat pergerakan terbaru kasus Covid-19 yang ada di Jabar, kata Nina, status transisi memang tepat diterapkan untuk Jabar. Sebab, beberapa hari kemarin kasus Covid-19 di Jabar mengalami peningkatan. 

"Di Jabar sebetulnya masih ada peningkatan walaupun tidak signifikan seperti delta dulu, tapi ini jelas ada peningkatan dan BOR juga meningkat tapi kalau kita lihat situasinya ini tidak mengkhawatirkan karena kita sudah sekitar 90 persen vaksin ke- 1, yang ke-dua juga sudah tinggal, dah tinggal booster," paparnya.

Sementara Gubernur Jabar Ridwan Kamil merasa optimis Jabar bisa bangkit dan kembali normal dari pandemik Covid-19. Hal ini menyusul adanya kabar WHO yang sudah menetapkan status endemik Covid-19. Namun, dia juga tetap mendorong masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas. 

"Saya laporkan karena WHO sudah mencabut status pandemi, artinya hidup kita insyaallah akan normal lagi. Tapi ini menjadi pelajaran mohon selalu peduli dengan kesehatan, higienitas, dan kebersihan. Insya Allah kalau itu dilakukan, negara ini akan luar biasa," paparnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement