Ahad 14 May 2023 19:50 WIB

Banjir di Purabaya Sukabumi, Puluhan Rumah dan Ruas Jalan Provinsi Tergenang

Selain banjir, ada kejadian longsor di wilayah lain Kabupaten Sukabumi.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Banjir.
Foto: istimewa
(ILUSTRASI) Banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kejadian banjir dan longsor dilaporkan di beberapa kecamatan wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (13/5/2023) sore hingga malam. Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Purabaya dilaporkan berdampak terhadap puluhan rumah warga dan jalan provinsi.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, banjir di Desa Purbaya melanda wilayah Kampung Purabaya Tengah RT 01 dan 02/RW 03. “Ada sebanyak 25 unit rumah warga terendam banjir,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto Prayitno, Ahad (14/5/2023).

Menurut Yanto, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Sabtu pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Selain berdampak terhadap rumah warga, kata dia, banjir juga sempat menggenangi ruas jalan provinsi. Sampai Sabtu malam, lalu lintas kendaraan di ruas jalan provinsi itu sempat terkendala.

Ihwal rumah terdampak banjir, di Kampung Purabaya Tengah RT 02/RW 03 dilaporkan ada 12 rumah yang tergenang. Rumah terdampak banjir itu dihuni total 12 kepala keluarga (KK) atau 50 jiwa. 

 

Adapun di wilayah RT 01/RW 03 dilaporkan ada 13 unit rumah yang terendam banjir, bahkan ada yang ketinggian airnya sampai dada orang dewasa. Rumah terdampak banjir itu dihuni total 15 KK atau 58 jiwa.

Yanto mengatakan, P2BK berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purabaya untuk membantu warga terdampak banjir. Menurut dia, tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir ini. “Pada Sabtu malam, sambil menunggu surutnya banjir, warga membersihkan lumpur banjir,” katanya.

Di wilayah kecamatan lain, dilaporkan terjadi bencana longsor. Hujan deras dilaporkan memicu kejadian longsor di Kampung Cibuluh, Desa Cihanjawar, Kecamatan Nagrak.

“Tanah tebing panjang 12 meter dan tinggi 15 meter longsor dan material menutupi saluran irigasi Cikolawing 1 hingga saluran irigasi tertutup total,” kata Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria. 

Sandra mengatakan, ada pepohonan yang terbawa longsor dan menimpa sebagian atap satu rumah warga. 

Selain itu, kata dia, di Nagrak juga ada tanggul irigasi tersier Cibuluh yang jebol, dengan panjang tujuh meter dan tinggi dua meter. Akibatnya air meluap membanjiri sawah warga.

Menurut Sandra, dilaporkan kejadian longsor lainnya di wilayah Kecamatan Caringin, Cikembar, Sukabumi, Kadudampit, Cisaat, Cikidang, dan Parungkuda.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement