Rabu 31 May 2023 15:38 WIB

Legislator: Program Sekoper Cinta Bisa Menjawab Kebutuhan Perempuan

Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Jabar harus ikut dilibatkan dalam Sekoper

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan penghargaan kepada Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil atas keberhasilan Program Sekoper Cinta saat penyerahan penghargaan-penghargaan pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (2/5/2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mencanangkan Hardiknas Mei 2023 menjadi Bulan Merdeka Belajar, yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan penghargaan kepada Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil atas keberhasilan Program Sekoper Cinta saat penyerahan penghargaan-penghargaan pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (2/5/2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mencanangkan Hardiknas Mei 2023 menjadi Bulan Merdeka Belajar, yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) yang digagas Pemprov Jawa Barat telah mewisuda 67 ribu perempuan. Program tersebut sudah bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan perempuan Jabar untuk berdaya.

Anggota Komisi V DPRD Sri Rahayu Agustina mengatakan, pada awalnya pihaknya mengkritik program Sekoper Cinta. Ini karena tujuan awal yang diketahuinya hanya mengejar target rekor MURI. Yakni, mengumpulkan perempuan se-Jabar diberikan pemahaman kemudian diwisuda.

Baca Juga

"Namun, seiring berjalannya waktu, Sekoper Cinta terus berbenah. Semua menganggap program tersebut sudah bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan perempuan Jabar untuk berdaya," ujar Sri seusai Diskusi Gaspol: Galang Aspirasi Politik Edisi VII bertajuk "Sekoper Cinta: Cetak Perempuan Jabar Juara" di Hotel Citarum, Bandung, Rabu (31/5/2023).

Sri menilai, organisasi perangkat daerah (OPD) di Jabar harus ikut dilibatkan dalam Sekoper Cinta, mulai dari Diskominfo, Dinas Koperasi dan UKM, hingga Disdik Jabar.

"Misal Dinas Koperasi ada outlet, bisa dipasarkan di sana. Memberikan pelatihan dan permodalan, harus memberikan efek, bagaimana peningakatan penghasilan sendiri," kata Sri.

Begitu juga, kata dia, Kemenkominfo akan mengajarkan bagaimana pemasaran online. "Kenapa koperasi? Ada bantuan untuk izin, packaging yang bagus, dan mendapatkan halal," katanya.

Sri memastikan, pihaknya di DPRD Jabar akan mengawal Sekoper Cinta. Mengingat baginya semua program Ridwan Kamil sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami akan mengawal yang jadi kebijakan Pak Gubernur sampai akhir masa jabatannya. Bukan hanya Sekoper Cinta, tapi semua program di dinas Pemprov Jabar akan kami kawal," katanya.

Di tempat yang sama, alumni terbaik Sekoper Cinta 2022, Shendy Septiana, menceritakan awal mula terlibat dalam program ini. Dirinya merupakan salah satu dari 99 peserta yang terpilih tingkat kelurahan.

Menurut Shendy, dari 100 peserta dibagi dalam 10 kelompok. Dimulai Juni 2022, pemberian materi diberikan seminggu tiga kali di rumah salah satu peserta.

"Materi yang didapat dari mulai pola asuh anak, kemandirian anak, perempuan berketarampilan, kesetaraan gender. Ada juga pelatihan untuk beberapa orang seprti menjahit, memasak, e commerce, tata rias," kata Shendy.

Menurut Ketua Umum Sekoper Cinta Atalia Praratya, setelah empat tahun berjalan, tercatat sudah lebih dari 67.000 perempuan di Jabar yang diwisuda dalam program Sekoper Cinta. Mereka dianggap telah memenuhi kompetensi tahap dasar dan tematik.

Program Sekoper Cinta, kata dia, berawal dari keresahan dan stereotip perempuan yang berkembang di masyarakat. Bahkan, perempuan yang ada dianggap tidak mampu berkembang dan turut serta membantu menyejahterakan keluarga.  

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement