Sabtu 01 Jul 2023 15:48 WIB

Tiga Laka Laut di Pantai Pangandaran, Balawista: Tidak Ada Korban Jiwa 

Saat ini hanya terdapat 36 petugas yang berjaga di Pantai Pangandaran. 

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus Yulianto
Personel Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) berpatroli di Pantai Pangadaran.
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Personel Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) berpatroli di Pantai Pangadaran.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, terpantau ramai pada Sabtu (1/7/2023). Guncangan gempa bumi Yogyakarta yang dirasakan hingga Kabupaten Pangandaran, tak membuat antusias wisatawan ke daerah itu berkurang. 

Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran Wicaksono mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran tetap ramai hingga Sabtu sore. Bahkan, kepadatan wisatawan pada momen liburan Iduladha kali ini melebihi kondisi akhir pekan biasanya. 

"Untuk liburan, hari ini cukup ramai dan macet. Banyak wisatawan yang menginap dan bermain di air, seperti high season liburan," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Sabtu (1/7/2023).

Menurut Wicaksono, gempa bumi Yogyakarta yang dirasakan hingga Kabupaten Pangandaran pada Jumat (31/6/2023) malam tak berdampak terhadap aktivitas wisatawan. Wisatawan yang datang ke Kabupaten Pangandaran, khususnya Pantai Pangandaran, disebut tetap ramai.

Ramainya wisatawan yang datang itu tentu membuat potensi terjadinya kecelakaan (laka) laut lebih tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, terdapat sejumlah laka laut yang terjadi di Pantai Pangandaran. 

Dia menyebutkan, pada Jumat kemarin, terdapat satu wisatawan yang meninggal dunia karena tenggelam di Pantai Barat Pangandaran. Selain itu, terdapat penemuan mayat tanpa identitas di pesisir pantai.

Sementara pada Sabtu hingga sore sekitar pukul 15.00 WIB, sudah ada tiga laka laut di Pantai Pangandaran. Seluruhnya terjadi di Pos 4 Pantai Pangandaran, yaitu wisatawan yang sedang bermain bogy board terseret arus.

"Sehari ini juga ada tiga laka laut terseret arus, tapi itu bisa ditangani," ujar Wicaksono. 

Karena itu, dia mengimbau, wisatawan untuk tetap jaga diri. Pasalnya, petugas Balawista yang melakukan pengawasan itu terbatas, sehingga tidak mungkin mengawasi satu per satu. 

Wicaksono mengatakan, saat ini hanya terdapat 36 petugas yang berjaga di Pantai Pangandaran. Padahal, idealnya terdapat 100 orang petugas yang melakukan pengawasan di Pantai Pangandaran saat momen liburan.

"Mudah-mudahan tetap aman tidak ada kejadian. Kita juga imbau wisatawan agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah, tidak berenang di lokasi yang diberi bendera merah. Intinya harus lebih hati-hati, karena juga penjagaan saat ini kurang maksimal, tapi pelayanan akan tetap diupayakan optimal," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Untung Saeful Rokhman mengatakan, gempa bumi itu memang sempat dirasakan cukup kuat di daerahnya. Namun, berdasarkan laporan hingga Sabtu, tidak ada dampak kerusakan bangunan akibat gempa bumi itu di Kabupaten Pangandaran.

"Sampai saat ini alhamdulillah, teman-teman kita yang monitoring termasuk melalui FKDM yang tersebar di desa, tidak ada dampak dari gempa terkait kerusakan bangunan," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Sabtu.

Dia menambahkan, gempa bumi itu juga tak berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan pantauan hingga Sabtu siang, kunjungan wisatawan di Pantai Pangandaran masih normal dan cenderung padat. 

"Bahkan banyak yang baru berdatangan. Wisatawan masih antusias untuk berkunjung ke Pantai Pangandaran," ujar Untung.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan terkait kondisi di lapangan. Selain itu, pihaknya juga selalu memberikan informasi terkini, khususnya pascagempa Jumat malam. Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung bisa merasa aman. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement