Jumat 04 Apr 2025 08:36 WIB

Dua Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Pangandaran, Satu Tewas dan Satu Masih Pencarian

Korban tengah berenang bersama 5 temannya, tapi mereka berenang terlalu ke tengah

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Satpolairud melakukan pencarian terhadap wisatawan yang tenggelam di Pantai (Ilustrasi)
Foto: Dok Republika.
Satpolairud melakukan pencarian terhadap wisatawan yang tenggelam di Pantai (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Dua orang wisatawan Dede Sulaiman (15 tahun) dan Suhendar (19 tahun) terseret arus ombak di Pantai Barat Pangandaran, Selasa (1/4/2025) sore dan Rabu (2/4/2025). Petugas yang melakukan pencarian berhasil menemukan Suhendar pada Kamis (3/4/2025) siang dan pencarian masih dilakukan terhadap Dede Sulaiman.

Komandan Tim Rescue, Edwin Purnama mengatakan, petugas kembali melakukan pencarian terhadap korban Dede Sulaiman. Pencarian dibagi dua tim yaitu tim satu menyisir 3 kilometer dari lokasi kejadian menggunakan jetski dan tim dua menyisir menggunakan mobil di pesisir pantai.

Baca Juga

"Korban Suhendar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Pandega," ujar Edwin, Jumat (4/4/2025).

Ia menuturkan korban Suhendar terseret arus pada Selasa (1/4/2025). Sedangkan korban Dede Sulaiman terseret arus pada Rabu, (2/4/2025).

"Korban tengah berenang bersama 5 orang temannya, akan tetapi mereka berenang terlalu ke tengah laut dan dihantam ombak hingga terseret arus," kata dia.

Tim penyelamat yang terlibat Pos SAR Pangandaran, Polairud Pangandaran, Balawista Pangandaran, SAR Barakuda dan Tagana Kabupaten Pangandaran.

Sebelumnya, dua wisatawan tewas terseret arus ombak di Pantai Karang Papak dan Sayang Heulang, Kabupaten Garut. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya meminta agar pengelola wisata untuk mempersiapkan diri mengantisipasi hal tidak terduga seperti kecelakaan yang dialami wisatawan.

"Contoh Pangandaran itu harus ada petugas yang di pantai, nanti kalau ada yang terbawa arus harus ditangani cepat dan melakukan pertolongan, karena beberapa waktu yang lalu anggota polisi polsek meninggal ketika menolong anak SMP, artinya kan petugas penjaganya gak ada," kata dia.

Ia meminta pengelola wisata tidak hanya fokus terhadap keuntungan. Namun, pihaknya meminta agar pengelola wisata memikirkan dan menyiapkan orang-orang mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement