Rabu 02 Aug 2023 17:45 WIB

Dititip Uang Cicilan Tabungan Siswa Ciawi Tasikmalaya, Kades Siap Jaga Amanah

Pengembalian uang tabungan siswa dicicil oleh mantan kepala sekolah SDN di Pakemitan.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Sejumlah orang tua melakukan aksi menuntut uang tabungan siswa dikembalikan di GOR Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023).
Foto: Dok Republika
Sejumlah orang tua melakukan aksi menuntut uang tabungan siswa dikembalikan di GOR Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Mantan kepala sekolah di SDN 1 dan 3 Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai mengembalikan uang tabungan siswa. Namun, pengembalian uang tabungan siswa itu dicicil.

Uang tabungan yang sudah dikembalikan pun tak langsung diberikan kepada para orang tua siswa. Sebagaimana kesepakatan dengan para orang tua siswa, uang pengembalian tabungan itu dititipkan kepada kepala Desa (kades) Pakemitan.

Baca Juga

“Hasil kesepakatan bersama, uang tabungan yang dikembalikan dengan cara dicicil disimpan sementara di saya,” kata Kades Pakemitan, Yanto Susanto, saat dikonfirmasi Republika, Rabu (2/8/2023).

Sebelumnya, uang tabungan sejumlah siswa di SDN 1 dan 3 Pakemitan dilaporkan tidak bisa diambil. Uang tabungan siswa itu diduga dibawa oleh mantan kepala sekolah berinisial IS.

 

Berdasarkan hasil musyawarah yang dilakukan pada Senin (31/7/2023), pihak IS menunjukkan upaya untuk pengembalian uang tabungan siswa. Ditunjukkan dengan penyerahan jaminan berupa uang tunai, buku tabungan, dan sertifikat tanah. 

Yanto menjelaskan, uang tunai yang sudah diserahkan pihak IS dan dititipkan kepadanya sebesar Rp 150 juta. Selain itu, kata dia, ada buku tabungan rekening deposito senilai Rp 50 juta, serta sertifikat tanah seluas sekitar 464 meter persegi atas nama Pipit. 

Pihak desa disebut telah melakukan konfirmasi kepada Pipit, di mana tanah yang dijadikan jaminan itu siap untuk dijual.

Menurut Yanto, uang tunai yang dititipkan kepadanya sudah disimpan dalam rekening di bank BSI, agar lebih terjaga keamanannya. Sementara buku tabungan dan sertifikat tanah disimpan olehnya. “Jadi, (uang tunai) tidak disimpan di rumah, takut ada apa-apa,” kata dia.

Yanto mengaku amanah untuk menyimpan uang dan jaminan pengembalian tabungan siswa itu menjadi beban tersendiri baginya. Namun, berdasarkan hasil musyawarah, kata dia, para orang tua siswa sepakat untuk sementara menitipkan kepadanya.

“Karena (uang tunai) disimpan di bank, jadi tidak terlalu khawatir. Insyaallah juga amanah. Saya juga kepala desa, reputasi dipertaruhkan juga,” ujar Yanto.

Rencana cicilan lagi

Yanto mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak IS soal pengembalian uang tabungan siswa. Pihak IS disebut diberi kesempatan hingga akhir tahun ini untuk mengembalikan seluruh uang tabungan siswa.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement