Rabu 09 Aug 2023 12:46 WIB

Koperasi di Kabupaten Cirebon Diharapkan Punya Program CSR

Pemkab Cirebon mendorong pengelolaan koperasi yang modern.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
Kegiatan peringatan ke-76 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (8/8/2023).
Foto: Dok Diskominfo Kabupaten Cirebon
Kegiatan peringatan ke-76 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (8/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, berupaya mendorong koperasi di daerahnya untuk aktif, bahkan dapat berperan lebih untuk masyarakat maupun lingkungan di sekitarnya. Koperasi pun diharapkan mempunyai program tanggung jawab sosial atau lingkungan (CSR).

Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Wahyu Tjiptaningsih mengapresiasi koperasi yang dapat meningkatkan perannya di tengah masyarakat. Di mana koperasi bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja, melainkan juga dapat berperan memberikan perhatian kepada masyarakat secara umum.

Baca Juga

Saat kegiatan peringatan ke-76 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Kabupaten Cirebon, Selasa (8/8/2023), salah satu koperasi, yaitu Koperasi Cipta Dana, mewujudkan CSR dalam bentuk bantuan untuk warga difabel. “Ada koperasi yang bisa memberikan CSR berupa 60 kaki palsu,” kata wabup yang akrab dipanggil Ayu itu.

Ayu menilai, peran koperasi seperti itu mesti terus dijaga. Melalui program CSR, kata dia, koperasi dapat mendukung pemerintah dalam memberikan perhatian dan membantu masyarakat. “Adanya CSR seperti yang dilakukan oleh koperasi di Kabupaten Cirebon ini sangat dibutuhkan,” ujar Ayu.

 

Berdasarkan informasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, ada 831 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Cirebon. Namun, ternyata kini hanya sekitar 300 koperasi yang aktif. “Yang sudah melakukan RAT (rapat anggota tahunan) pun hanya sekitar 120 koperasi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra di sela-sela peringatan ke-76 Harkopnas di Kabupaten Cirebon.

Menurut Dadang, ada beberapa faktor yang membuat koperasi tak lagi aktif atau menjalankan RAT. Seperti faktor masalah permodalan, manajemen, ataupun masalah sumber daya manusia.

Dalam upaya mendorong pengembangan koperasi, pada peringatan Harkopnas kali ini Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menggelar focus group discussion (FGD) tentang perkoperasian. Salah satu pembahasannya terkait upaya membangun manajemen perkoperasian yang modern.

Dadang mengharapkan, koperasi di Kabupaten Cirebon dapat dikelola secara modern. Selain itu, kata dia, diharapkan nantinya koperasi dapat berperan lebih untuk masyarakat, seperti dengan menggulirkan program CSR. “Sehingga koperasi bukan hanya simpan pinjam, tapi juga bisa mengeluarkan CSR,” kata Dadang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement