Selasa 22 Aug 2023 05:11 WIB

Setahun, 500 Pelaku UMKM di Sukabumi Dilatih Digital Marketing

Sukabumi ingin meningkatkan kualitas dan jumlah pelaku UMKM.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi pelaku UMKM.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ilustrasi pelaku UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Sebanyak 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Sukabumi dilatih untuk menguasai digital marketing. Caranya dengan peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital yang disebut Sukabumi go Digital (SGD) sebanyak 10 angkatan.

Terakhir, pelatihan angkatan IX dibuka di Hotel Balcony pada 21 Agustus dan berlangsung hingga 16 Agustus 2023. '' Pelatihan bagi pelaku UMKM ada sepuluh angkatan dan ini yang terakhir atau kesepuluh,'' ujar Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskumindag Kota Sukabumi Agus Mulyana, Senin (21/8/2023).

Baca Juga

Dalam setiap angkatan ada sebanyak 50 orang pelaku UMKM yang dilatih. Program ini digulirkan agar UMKM di Sukabumi naik kelas.

Sebab kata Agus, ketika UMKM naik kelas maka memberikan kesempatan mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dari data yang ada, di Kota Sukabumi ada sekitar 31 ribu pelaku UMKM.

 

Ketika satu UMKM mempekerjakan satu orang, maka minimal ada 31 ribu orang pekerja. Agus menerangkan, perhatian kepada UMKM harus dilakukan karena kontribusinya cukup besar pada perekonomian. Namun bukan hanya jumlah UMKM, tapi bagaimana pelaku UMKM unggul dari sisi kualitasnya.

'' Tantangannya, kalau dulu membeli barang datang ke toko, sekarang melalui online,'' ungkap Agus. Sehingga bagaimana barang dijual secara online dan konsumen memiliki ketertarikan untuk membelinya.

Selama tiga hari pelatihan ini lanjut Agus, para pelaku UMKM diberikan konsep dasar menjual online. Ia berpesan manfaatkan waktu singkat tersebut dalam mendapatkan ilmu dan dapat diimplementasikan.

'' Harus ada dampak dirasakan setelah mengikuti pelatihan bukan sekedar ikut-ikutan saja,'' katanya. Pelatihan ini kesempatan dalam meningkatkan kemampuan menjual online.

Analis Kebijakan Ahli Muda Diskumindag Kota Sukabumi Martin Wahyudi menerangkan, pelatihan ini mendorong pelaku UMKM mampu meningkatkan penjualan melalui online. '' Selain menjual produk sendiri, dapat menjual produk orang lain melalui affiliate seperti di TikTok,'' katanya.

Nantinya kata Martin, setiap angkatan sebanyak 50 orang akan diambil sampel dan dikunjungi tim provinsi. Khususnya ditujukan ke pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan medsos secara maksimal dalam penjualan produknya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement