Ahad 03 Sep 2023 23:13 WIB

Disnaker Bandung Belajar dari Garut Fasilitasi Warga Bekerja ke Jepang

Kabupaten Garut menjalin kerja sama sister city dengan kota di Jepang.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kegiatan pelatihan kerja ke Jepang.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
(ILUSTRASI) Kegiatan pelatihan kerja ke Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belajar ke Garut soal fasilitasi warga untuk bisa bekerja di Jepang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dinilai sudah lebih maju soal penempatan pekerja ke Jepang.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Rukmana, mengatakan, pihaknya mendatangi Kabupaten Garut karena mendengar sejumlah hal terkait fasilitasi warga untuk bekerja di Jepang. “Terutama yang berkaitan dengan BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada di Garut ini. Ternyata Garut ini lebih maju dari Kabupaten Bandung, khususnya berkaitan dengan pelatihan bahasa Jepang,” ujar Rukmana.

Baca Juga

Rukmana bersama jajaran Disnaker Kabupaten Bandung melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis BLK Kabupaten Garut pada Jumat (1/9/2023). Rukmana mengatakan, BLK Garut ini bukan hanya berhasil dalam program pelatihan bahasa Jepang, tapi juga untuk mendorong penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Kabupaten Garut disebut sudah menjalin kerja sama sister city dengan Kota Kanuma, Jepang. Menurut Rukmana, cara yang diterapkan Garut bisa menjadi masukan bagi Kabupaten Bandung dalam upaya membuka peluang kerja bagi warga ke Jepang.

 

“BLK (Garut) ini bukan hanya sekadar pelatihan, namun sudah pada tahap diuruskan dalam konteks penempatan. Karena Kabupaten Garut ini telah menjalani kerja sama sister city dengan Kanuma. Jadi, selangkah lebih maju,” kata Rukmana.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut Erna Sugiarti mengatakan, pihaknya menyelenggarakan program pelatihan, termasuk pelatihan bahasa, serta penempatan warga untuk bekerja di Jepang. Dengan program tersebut, disesuaikan kompetensi bidang pekerjaannya, kata dia, diharapkan dapat membuka peluang bagi warga Garut untuk bekerja di Jepang.

“Yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, mencari pekerjaan juga susah gitu ya. Ditambah dengan ekonomi keluarga yang kurang mampu. Karena berangkat ke luar negeri itu kalau mandiri itu cukup besar biayanya, bervariasi ya, ada yang Rp 30 juta, ada yang Rp 40 juta. Nah, ini kita fasilitasi semuanya,” kata Erna.

Menurut Erna, program fasilitasi warga untuk bekerja di Jepang ini menarik perhatian sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat. Sebelum Kabupaten Bandung, kata dia, sempat dilirik juga Kota Bekasi. 

“Mudah-mudahan ini Kabupaten Bandung juga bisa mencontoh dari Garut ini. Mudah-mudahan semua Dinas Tenaga Kerja yang ada di seluruh Jawa Barat, seluruh Indonesia, bisa memfasilitasi anak-anak, khususnya ini yang keluaran dari SMK,” kata Erna.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement