Selasa 05 Sep 2023 15:38 WIB

Kadin Jabar Harap Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin Dekat ke Pelaku Usaha

Kadin Jabar bakal menyampaikan inisiatif lokal guna meningkatkan kesejahteraan warga.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin.
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Barat menyambut baik terpilihnya Bey Machmudin sebagai penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Bey resmi menggantikan Ridwan Kamil yang masa jabatannya berakhir hari ini Selasa, (5/9/2023).

Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara berharap, meski menjabat sebagai Pj gubernur, Bey harus bisa dekat dengan para pelaku usaha khususnya dari organisasi seperti Kadin. Karena, perekonomian di wilayah tidak akan sesuai harapan ketika program kerja daerah tidak dikolaborasikan dengan pelaku usaha yang ada di daerah tersebut.

Baca Juga

"Pak Bey kami harap bisa memperbaiki program-program dan melakukan terobosan yang dibutuhkan masyarakat Jawa barat serta selalu berpihak pada masyarakat," ujar Cucu kepada wartawan, Senin petang (4/9/2023).

Cucu menjelaskan, sesuai Undang-undang Kadin merupakan satu-satuya organisasi yang menjadi wadah para pelaku usaha di Indonesia. Oleh karena itu, dalam menjaga perekonomian di Jabar tetap baik dan terus bertumbuh harus ada kerja sama antara pemerintah daerah dengan pengusaha. 

 

Cucu mengatakan, Kadin Jabar bakal menyampaikan inisiatif lokal guna meningkatkan kesejahteraan warga. Termasuk dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi harus ada kolaborasi semua pihak sehingga dampak dari kebijakan tersebut bisa berdampak positif untuk seluruh warga Jawa Barat.

"Kami harap Pak Bey juga menjalankan pemerintahan yang bersih dan efisien," katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Jabar Bidang Komunikasi dan informasi Investasi, Mahpudi mengatakan bahwa selama ini Kadin kurang diajak terlibat dalam berbagai kebijakan yang diambil Pemprov Jabar. Ketika datang dalam sebuah acara Kadin hanya menjadi undangan biasa, tapi tidak diajak duduk bersama memecahkan persoalan yang berkaitan dengan perekonomian.

"Banyak gagasan belum teroptimalkan. (Emil) Jalan sendiri dengan pemikiran gubernur sendiri," kata Mahpudi.

Mahpudi berharap, Pj gubernur nanti bisa memiliki pemikiran yang lebih terbuka dengan berdiskusi bersama siapapun termasuk pelaku usaha di Kadin. Terlebih Bey memiliki latar belakang yang memadai di mana dia menjadi staf Presiden Jokowi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement