Ahad 10 Sep 2023 17:01 WIB

Film The Journey: Angklung Goes to Europe Dirilis, Penonton Terharu

Film itu menunjukkan perjuangan tim Muhibah Angklung melakukan misi budaya di Eropa.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Irfan Fitrat
Kegiatan premier film dokumenter
Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Kegiatan premier film dokumenter

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Setelah bertahun-tahun diproduksi, film dokumenter bertajuk The Journey: Angklung Goes to Europe akhirnya dirilis. Film karya Maulana M Syuhada, yang merupakan ketua tim Muhibah Angklung, itu dibuat dalam merespons tantangan setelah angklung secara resmi diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia pada 16 November 2010.

Film yang mulai diproduksi pada 2016 itu menunjukkan perjalanan sekitar 40 anak muda asal Jawa Barat (Jabar) yang berupaya mengenalkan angklung di Benua Eropa. Dalam film berdurasi 75 menit itu, tim Muhibah Angklung melakukan misi budaya di sejumlah negara di Eropa, yang dimulai dari sebuah kompetisi di Zakopane, Polandia. Pada kompetisi tersebut, tim Muhibah Angklung bersaing dengan 18 tim dari berbagai belahan dunia dan berhasil meraih juara kedua.

Misi untuk mengenalkan angklung dilakukan juga di sejumlah tempat lainnya. Seperti di Aberdeen, Skotlandia, begitu juga di Westerlo, Belgia; Paris, Prancis; Hamburg, Jerman; serta di Praha dan Cerveny Kostelec, Republik Ceko.

Kisah perjuangan mengenalkan angklung dalam perjalanan sekitar 40 hari itu membuat penonton film The Journey terharu. Film yang diarahkan langsung oleh salah satu mantan juri Piala Oscar, Amelia Hapsari, itu dinilai menyajikan kisah yang menyentuh.

Salah satu penonton yang hadir dalam premier film The Journey, Gifar (28 tahun), mengaku sangat terkesan dengan film dokumenter itu. Menurut dia, film tersebut bukan hanya menyajikan kisah perjalanan yang apik, melainkan juga dapat membawa penonton seakan-akan menjadi bagian dari tim Muhibah Angklung. 

“Saya kira, kata keren, kata amazing, kata luar biasa, itu enggak cukup karena saya merasa menjadi bagian dari perjalanan Kang Maulana dan tim Muhibah Angklung. Film ini begitu menyentuh, sehingga membuat saya merasa ikut bagian dari perjalanan,” ujar Gifar, seusai menyaksikan penayangan perdana film The Journey di Cinepolis Istana Plaza, Kota Bandung, Ahad (10/9/2023).

Rasa haru disampaikan Wahid (63). Sebagai pegiat angklung, yang turut berupaya mengenalkan angklung ke mata dunia, Wahid mengaku dapat merasakan kesulitan, kegembiraan, dan kesedihan tim Muhibah Angklung saat melakukan misi budaya di Eropa lewat film dokumenter itu.

“Saya sering nangis tadi (saat menonton) karena saya pernah mengalami sendiri dan tahu betapa sulitnya membawa 30-35 orang anak-anak muda ke Eropa. Sulitnya bukan hanya di pertunjukan angklungnya, tapi segi pembiayaan juga,” kata Wahid.

Wahid berharap apa yang dilakukan tim Muhibah Angklung itu dapat menjadi inspirasi. “Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan Kang Maulana bisa diikuti oleh anak-anak muda lain. Bukan hanya di angklung, namun juga seni dan budaya lainnya. Terima kasih sekali kepada semuanya yang sudah membantu terlaksananya film ini,” ujar Wahid.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement