Ahad 05 Nov 2023 18:35 WIB

Terjadi Angin Kencang, Puluhan Rumah di Kabandungan Sukabumi Rusak

Ada juga rumah yang tertimpa pohon di Kadudampit.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kejadian angin kencang ini dilaporkan mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, hujan lebat disertai angin kencang melanda tiga kampung di Desa Cianaga, Kecamatan Kecamatan Kabandungan, mulai Sabtu petang hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca Juga

Tiga kampung terdampak, yaitu Kampung Jabon RT 05/RW 02, Kampung Cimanggu RT 08/RW 02, dan Kampung Cingrit RT 06/RW 04. Menurut Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Yusuf, tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. 

Namun, berdasarkan pendataan awal, ada 29 rumah warga yang terdampak angin kencang dan mengalami kerusakan. Perinciannya, 19 unit rusak ringan dan 10 rusak sedang. Kerusakan rata-rata pada bagian atap. Selain rumah, dilaporkan ada tempat majelis taklim di Kampung Jabon yang mengalami kerusakan ringan.

 

Yusuf mengatakan, puluhan rumah terdampak bencana itu dihuni 29 kepala keluarga (KK), yang terdiri atas 140 jiwa. “Bantuan tanggap darurat sandang, pangan, dan kebutuhan balita diperlukan korban terdampak,” ujar dia.

Menurut Yusuf, dibutuhkan bantuan lainnya, seperti genting, asbes, kayu, kaso, paku, dan juga terpal. Ia mengatakan, rumah yang mengalami kerusakan ditangani sementara dengan peralatan seadanya.

Pada hari yang sama, dilaporkan hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Kampung Babakan Pala RT 33/RW 09 Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. “Dampaknya ada satu rumah bagian dapurnya tertimpa pohon,” kata petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria.

Sandra mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Menurut dia, P2BK Kadudampit sudah berkoordinasi dengan perangkat kewilayahan dan pihak terkait lainnya untuk melakukan asesmen. Warga dan petugas bergotong royong untuk membantu warga terdampak bencana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement