Selasa 07 Nov 2023 13:14 WIB

Sudah 34 Kasus, Menkes: Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia Terus Meningkat

Kasus cacar monyet di Indonesia sudah kategori penularan lokal.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus Yulianto
Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Foto: Republika/ Dessy Suciati Saputri
Menkes Budi Gunadi Sadikin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penyebaran kasus cacar monyet (mpox) di Indonesia terus mengalami peningkatkan. Budi mengatakan, data terbaru Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 34 kasus cacar monyet yang tersebar di berbagai daerah.

"Terakhir mpox per kemarin 34. Penyebarannya meningkat dan ini sudah terjadi penularan lokal, banyak di Jakarta dan kemarin sudah mulai menyebar ke Banten dan Bandung," ujar Budi Gunadi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (7/11/2023).

Budi Gunadi menyampaikan, sebenarnya wabah cacar monyet sudah meningkat di dunia pada tahun lalu. Namun, saat itu Indonesia hanya ada satu kasus di Indonesia yang merupakan impor kasus dari Singapura.

Meski demikian, kasus cacar monyet di Indonesia sudah kategori penularan lokal.

"Di dunia tahun lalu ini outbreak-nya. Yang sekarang di Jakarta itu sudah penularan lokal, penyakit ini sensitif. Kenapa? Karena terjadi di segmen khusus, yang kita diskusikan itu (kelompok lelaki seks lelaki) LSL karena perilakunya ganti-ganti," kata Budi Gunadi.

Budi Gunadi juga menyoroti hasil laporan pelacakan mengenai gaya hidup LSL yang semakin meningkat sehingga menjadi penyebab meningkatnya penyakit cacar monyet maupun HIV. Kendati demikian, Kementerian Kesehatan bergerak mengatasi penyebaran kasus cacar monyet tersebut dengan memberi pengobatan maupun vaksin.

"Kita kerjanya di bawah aja diem-diem dengan kelompok kelompok sosial masyarakat yang memang masuk di bidang ini, karena takutnya akan berikan stigma sehingga jadi tidak efektif intervensi kesehatanya," ujarnya.

Sementara untuk vaksin akan diberikan kepada individu yang terpapar cacar monyet. "Kita sudah siapkan vaksinnya, tetapi vaksin ini, kan ini penularannya khas, tidak mudah menular bapak ibu. Menularnya seperti HIV harus ada hubungan seksual, jadi kita akan kasih nggak ke semua orang, tapi kelompok-kelompok dengan faktor risiko khusus, Dan obatnya juga sudah ada antivirus dan sudah kita datangkan dan hampir semuanya harusnya sembuh dan belum ada yang wafat," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement