Selasa 07 Nov 2023 14:17 WIB

Selain Cabai, Harga Telur Ayam di Pasar Sukabumi Mulai Naik

Kenaikan harga telur ayam berdasarkan pantauan di dua pasar.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Pedagang telur ayam.
Foto: Republika/Prayogi
(ILUSTRASI) Pedagang telur ayam.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Selain komoditas cabai, harga telur ayam yang dijual di pasar wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kenaikan. Naiknya harga telur ayam terjadi beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga itu terpantau Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede. “Harga telur ayam naik dari Rp 27 ribu per kilogram menjadi Rp 28 ribu,” ujar Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga

Menurut Rifki, harga telur ayam terpantau mulai mengalami kenaikan sejak Sabtu (4/11/2023). Kala itu harganya naik dari Rp 26 ribu per kilogram menjadi Rp 27 ribu. Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam ini diperkirakan karena berkurangnya pasokan, sementara permintaan tetap.

Pasokan yang berkurang juga disebut memicu kenaikan harga sejumlah jenis cabai. Harga cabai merah besar TW naik dari Rp 48 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu dan cabai merah besar lokal naik dari Rp 55 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

 

Komoditas cabai keriting merah juga harganya naik dari Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu, cabai keriting hijau naik dari Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu, dan cabai rawit merah harganya naik dari Rp 78 ribu menjadi Rp 85 ribu per kilogram. Harga cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan dari Rp 55 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram. 

Rifki mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah dan tomat kecil. Harga bawang merah naik dari Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 28 ribu. Sementara harga tomat kecil naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 10 ribu per kilogram.

Menurut Rifki, Diskumindag Kota Sukabumi akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan pedagang agar pasokan sejumlah komoditas dapat terjaga, sehingga harganya diharapkan dapat stabil.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement