Selasa 14 Nov 2023 15:54 WIB

Cacar Monyet di Jabar Makin Meluas, Sumber Penyebaran Belum Diketahui

Lima kasus monkeypox ditemukan di empat kabupaten dan kota.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Umumnya, gejala cacar monyet hampir serupa dengan cacar biasa (smallpox).
Foto: Republika
Umumnya, gejala cacar monyet hampir serupa dengan cacar biasa (smallpox).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penyebaran kasus cacar monyet atau monkeypox di Jawa Barat terus meluas. Awalnya, kasus monkeypox ini hanya ada 2 kasus yang dilaporkan ke Dinkes Jawa Barat. Namun kini, menjadi lima kasus yang ditemukan di empat kabupaten dan kota.

Lima kasus yang ditemukan ini ada di Kabupaten Cirebon satu orang, Kota Cirebon satu orang, Bekasi satu orang, Depok satu orang, dan satu orang lagi dari Kota Bandung. Namun, untuk pasien cacar monyet dari Kota Bandung sudah berangsur membaik dan dinyatakan sembuh. 

Menanggapi hal itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, Dinas Kesehatan provinsi bersama dengan kabupaten/kota masih mencari sumber penyebaran dari penyakit ini.

Namun, Bey memastikan, rumah sakit daerah masing-masing bisa melakukan perawatan terlebih dahulu. Agar, jangan sampai ada penolakan pada pasien cacar monyet. 

 

"Soal penyebab monkeypox kami masih mencari, yang penting semua rumah sakit sudah siap dan tidak boleh menolak (pasien monkeypox)," ujar Bey, Selasa (14/11/2023). 

Sementara menurut Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiana Dewi, penambahan kasus terjadi di wilayah Cirebon. Sampel baru dilaporkan ke Dinkes Jabar beberapa waktu kemarin. Pasien saat ini menjalani perawatan di rumah sakit daerah setempat. 

"Kan baru masuk konfirmasinya jadi kalau sembuh rasanya Dinkes Kabupaten Cirebon belum menyatakan sembuh, jadi masih dirawat," kata Vini. 

Penanganan pelacakan kontak erat juga, kata Vini, masih dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Cirebon. Vini memastikan, nantinya akan ada perkembangan terbaru dari pelaksanaan kontak erat sang pasien. Akan tetapi, secara umum pelacakan pasien cacar monyet terkendala pada informasi perjalanan pengidap. 

"Dari 5 kasus ini yang saya baca dari laporan itu memang gak ada yang maaf ya tanda kutip mengaku, jadi ya kami dalam hal ini memang yang kemarin ada suspek pulang dari Malaysia negatif malah cacar air. Jadi memang cacar air itu lagi banyak juga ya," katanya.

Sementara itu, Dinkes Kota Bandung juga memiliki kendala yang sama dalam pelacakan kontak erat satu orang pasien cacar monyet dari Pasirlayung. Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Girindra Wardana mengatakan, pasien cacar monyet tidak terbuka soal riwayat perjalanannya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement