Senin 27 Nov 2023 13:30 WIB

Innalillahi....Penjaga Sekolah di Bogor Tewas Diduga Tersengat Listrik

Tangan kanan korban mengepal sambil memegang kawat yang terbentang ke tiang listrik.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Polisi melakukan identifikasi terhadap penjaga SMPN 13 Bogor, yang ditemukan tewas diduga tersengat listrik, Senin (27/11/2023).
Foto: dok. Republika
Polisi melakukan identifikasi terhadap penjaga SMPN 13 Bogor, yang ditemukan tewas diduga tersengat listrik, Senin (27/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Penjaga sekolah di SMPN 13 Bogor di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, ditemukan meninggal dunia di area sekolah. Diduga korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik.

Kapolsek Bogor Selatan Kompol Diana mengatakan, korban berinisial JJ (54 tahun) yang diketahui sebagai penjaga sekolah ditemukan pada Senin (27/11/2023) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dalam posisi telentang.

Diana menjelaskan, dari keterangan para saksi, korban datang ke sekolah pada Ahad (26/11/2023) sekitar pukul 16.00 WIB, karena bertugas shift malam. Korban menginap di sekolah sebagai penjaga sekolah, lalu sekitar pukul 05.00 WIB korban terlihat menyapu halaman depan sekolah.

“Sekitar pukul 05.15 WIB, saksi mendengar ada teriakan di depan gerbang sekolah. Kemudian saksi lari ke depan halaman sekolah, dan telah ditemukan korban sudah terjatuh dalam posisi terlentang dan tangan kanan mengepal sambil memegang kawat yang masih terbentang ke tiang listrik,” ujar Diana, Senin (27/11/2023).

Melihat kondisi tersebut, sambung dia, saksi pun melepaskan tali kawat yang masih di pegang korban menggunakan sebilah kayu. Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke ketua RW setempat dan ke Polsek Bogor Selatan untuk ditindaklanjuti.

Dalam foto yang diterima Republika.co.id, korban meninggal dunia di depan gerbang sekolah. Di dekat korban, terdapat seikat sapu lidi yang diduga digunakan korban saat melakukan pekerjaannya sebelum meninggal dunia.

“Kami telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Kami juga menghubungi PLN dan keluarga korban,” kata Diana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement