Selasa 05 Dec 2023 06:16 WIB

Nekat, Pria Ini Masuk ke Jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung, KCIC: Kereta Sempat Tertahan

Beberapa perjalanan kereta cepat sempat tertahan sesaat dan turunkan batas kecepatan.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Penumpang bersiap memasuki gerbong kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Penumpang bersiap memasuki gerbong kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT KCIC mengamankan seorang pria tidak dikenal yang berada di jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung kilometer 130 antara Tegalluar- Padalarang, Senin (4/12/2023) pagi. Akibatnya, aktivitas kereta cepat sempat tertahan dan menurunkan kecepatan kereta.

"Dampak dari kejadian ini beberapa perjalanan kereta cepat Whoosh sempat tertahan sesaat dan menurunkan batas kecepatan demi memastikan keamanan proses pelaksanaan pengamanan individu tersebut," ucap General Manager Corporate Secretary KCIC, Eca Chairunisa, melalui keterangan resmi.

Pada pukul 09.45 WIB, petugas keamanan berhasil mengamankan pria yang berjalan di jalur kereta cepat dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan karena telah melanggar aturan dan membahayakan perjalanan kereta cepat Whoosh.

Ia mengatakan, petugas pun langsung melakukan pengecekan kondisi prasarana di jalur kereta cepat untuk memastikan seluruh jalur dalam keadaan aman kembali. Pada pukul 10.00 WIB kecepatan perjalanan dapat kembali normal.

 

Eva mengatakan, untuk mengamankan jalur kereta cepat, KCIC telah menempatkan berbagai petugas keamanan dan peralatan seperti sensor pendeteksi dan CCTV di titik rawan. Pemagaran juga telah dilakukan untuk mencegah masuknya objek ke jalur kereta cepat.

Dia mengatakan, KCIC akan melakukan evaluasi ataskejadian tersebut dan akan meningkatkan keamanan agar kejadian tidak terulang kembali. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta cepat merupakan hal yang selalu kami utamakan dalam layanan Kereta Cepat Whoosh.

"KCIC menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami oleh penumpang dan pihak terkait," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement