Sabtu 09 Dec 2023 20:33 WIB

Sukabumi Dilanda Gempa, 68 Rumah di Desa Cipeuteuy Dilaporkan Rusak

Gempa 4,0 magnitudo melanda Sukabumi Sabtu (9/12/2023) dini hari

Warga melintas di reruntuhan tanah di Pasir Masigit, Desa Cipeuteuy, Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Data dari Desa Cipeuteuy mencatat, gempa bumi dengan magnitudo 4,0 di kaki Gunung Salak yang terjadi Jumat (8/12/2023) mengakibatkan 68 rumah mengalami kerusakan dan 39 warga terpaksa mengungsi di tenda pengungsian.
Foto: Antara/Henry Purba
Warga melintas di reruntuhan tanah di Pasir Masigit, Desa Cipeuteuy, Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Data dari Desa Cipeuteuy mencatat, gempa bumi dengan magnitudo 4,0 di kaki Gunung Salak yang terjadi Jumat (8/12/2023) mengakibatkan 68 rumah mengalami kerusakan dan 39 warga terpaksa mengungsi di tenda pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI— Sebanyak 68 rumah di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rusak akibat terdampak gempa berkekuatan M 4,0 yang berpusat di Kota Bogor pada Sabtu, (9/12/2023) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Sebanyak 68 rumah yang rusak akibat terdampak gempa bumi tersebar di enam kedusunan di Desa Cipeuteu. Dari jumlah tersebut sebanyak sembilan rumah rusak berat, 28 rumah rusak sedang dan 31 rumah rusak ringan," kata Kepala Desa Cipeuteuy Purnama Wijaya di Sukabumi, Jumat.

Baca Juga

Menurut Purnama, tidak hanya rumah saja yang mengalami kerusakan tetapi saranan ibadah seperti masjid dan tembok penahan tanah (TPI) di Kampung Pasir Masigit juga rusak.

Selain itu, dampak gempa ini juga memicu terjadinya bencana pergeseran tanah dan ada 13 rumah yang terancam bencana ini. Maka dari itu, pihaknya berharap seluruh warga yang mendiami rumah itu segera dievakuasi oleh Pemkab Sukabumi khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

 

Pemerintahan Desa Ciipeuteuy saat ini masih melakukan pendataan jumlah rumah atau bangunan yang terdampak gempa serta fokus mengevakuasi warga yang rumahnya rusak parah akibat gempa yang terjadi Jumat dini hari.

"Untuk sementara kami mengungsikan warga yang rumahnya rusak berat ke saudaranya atau tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi," tambahnya.

Purnama mengatakan bagi warga yang ingin mengungsi pihaknya juga telah menyiapkan tenda pengungsian, meskipun saat ini penyintas masih tetap tinggal di rumah masing-masing meskipun dalam kondisi sudah rusak.

Baca juga: Kalimat yang Diulang 31 Kali dalam Surat Ar-Rahman, Ini Deretan Rahasianya

 

Namun jika cuaca hujan pihaknya akan mengevakuasi ke tenda atau diminta mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terdampak. Bantuan darurat pun sudah mulai disalurkan kepada para penyintas.

Namun tidak menutup kemungkinan jumlah bangunan yang rusak masih akan terus bertambah karena data tersebut sifatnya masih sementara.  

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement