Sabtu 16 Dec 2023 11:55 WIB

Lokomotif Uap ‘Si Gombar’ Kembali ke Garut dalam Bentuk Miniatur

Lokomotif uap DD5208 itu pernah beroperasi di jalur Cibatu-Garut.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Miniatur Lokomotif Uap DD5208 atau Si Gombar dipamerkan di Stasiun Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023).
Foto: Dok. PT KAI Daop 2 Bandung.
Miniatur Lokomotif Uap DD5208 atau Si Gombar dipamerkan di Stasiun Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Miniatur lokomotif uap DD5208 dipamerkan di Stasiun Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat (15/12/2023). Setelah roadshow ke sejumlah daerah, rencananya miniatur lokomotif dengan panjang sekitar enam meter dan lebar 80 sentimeter itu akan ditempatkan di gedung lama Stasiun Garut.

Kegiatan roadshow miniatur lokomotif uap DD5208 itu hasil kerja sama komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), PT KAI, dan PT Tridi Zaiku Indonesia (3D Zaiku). Deputi PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Mariyanto, mengatakan, lokomotif tersebut memiliki banyak sejarah di dunia perkeretaapian Indonesia, khususnya di wilayah Priangan.

Baca Juga

“Lokomotif itu pernah berdinas di wilayah pegunungan Priangan Barat maupun Priangan Timur, dengan daya jelajah membentang dari Purwakarta hingga ke Garut, Cikajang, dan Tasikmalaya. Secara alamiah, jalur Cibatu-Garut merupakan salah satu habitat utama dari lokomotif ini,” kata Mariyanto, melalui siaran pers, Jumat.

Dari catatan Republika, lokomotif uap DD5208 dikenal oleh masyarakat di sekitar Garut dengan nama “Si Gombar”. Si Gombar merupakan lokomotif uap mallet terbesar di Indonesia, yang terakhir beroperasi pada 1983, seiring berhenti beroperasinya jalur kereta api ke Stasiun Garut.

Tugas utama Si Gombar menarik kereta barang dan gerbong yang melintasi pegunungan Priangan hingga Stasiun Cikajang. Stasiun Cikajang berada di ketinggian 1.246 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang merupakan stasiun tertinggi di Indonesia saat itu. 

Ketika masih beroperasi, kereta yang melaju dari Stasiun Cikajang selalu membawa hasil kekayaan bumi. Kereta itu juga menjadi sarana transportasi bagi masyarakat di Kecamatan Cikajang untuk pergi ke pusat kota Kabupaten Garut, bahkan sampai ke Bandung. Namun, sejak akhir 1982, stasiun tersebut berhenti beroperasi.

Berakhir juga perjalanan lokomotif uap di sana. Di akhir masanya, lokomotif itu melayani rute Bandung-Cibatu-Garut, pada 1983. Setelah dipensiunkan, dalam buku Kereta Api di Indonesia: Sejarah Lokomotif Uap disebutkan, seluruh unit lokomotif DD52 secara perlahan mulai dirucat atau dijadikan besi tua. Alhasil, tidak ada satu pun wujud peninggalannya yang dipreservasi di museum kereta api.

Namun, kini Si Gombar kembali hadir, dalam bentuk miniatur. Ketua Umum IRPS Ricki Dwi Agusti menjelaskan, miniatur lokomotif DD5208 dibuat dengan teknologi cetak tridimensi yang sudah dipersiapkan cukup lama. Proses pembuatan itu diawali dengan menggambar model tridimensi tanpa cetak biru selama empat bulan, hanya dengan melihat referensi foto dan video. 

“Model tridimensi tersebut menghasilkan 1.996 komponen yang selanjutnya dirakit, sehingga menghasilkan bentuk lokomotif uap yang utuh,” kata Ricki.

 

photo
Miniatur Lokomotif Uap DD5208 dipamerkan di Stasiun Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023). - (Dok. PT KAI Daop 2 Bandung.)

 

Miniatur lokomotif uap dengan skala satu banding empat itu dibawa roadshow ke sejumlah daerah di Pulau Jawa. Pertama kali, miniatur lokomotif itu dipamerkan di Museum Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, pada Juli 2023.

Setelahnya, miniatur itu dipamerkan di Stasiun Surabaya Gubeng pada Agustus 2023, Stasiun Tugu, Yogyakarta, pada September 2023, Stasiun Purwokerto pada Oktober 2023, dan Stasiun Bandung pada November 2023. Penutupan roadshow pameran miniatur lokomotif uap itu dilakukan di Stasiun Garut.

Mariyanto mengatakan, pameran miniatur lokomotif uap ini bertujuan untuk menyosialisasikan sejarah perkeretaapian dan menjadi sarana edukasi kepada masyarakat. Pameran miniatur lokomotif terbesar ini juga diharapkan dapat menjadi sarana hiburan bagi penumpang di Stasiun Garut.

“Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih kepada IRPS dan 3D Zaiku atas terlaksananya Pameran Miniatur Lokomotif Rekor Muri ini,” kata Mariyanto.

Miniatur lokomotif uap DD5208 itu memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) untuk miniatur lokomotif terbesar dengan teknologi cetak tridimensi. Setelah dipamerkan ke sejumlah daerah, miniatur lokomotif uap DD5208 itu rencananya dipajang di gedung lama Stasiun Garut, dengan etalase. Lokasi penempatan miniatur itu juga dicanangkan dilengkapi dengan diorama dan museum mini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement