Kamis 21 Dec 2023 12:42 WIB

Polisi Bakal Setop Bus Wisata tak Laik Jalan di Jabar

Mayoritas bus wisata yang beroperasi tidak menggunakan safety belt.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Akhmad Wiyagus memasangkan pita kepada perwakilan anggota sebagai tanda dimulainnya operasi saat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Lodaya 2023, di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/12/2023). Apel Gelar Pasukan Lilin Lodaya digelar dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Akhmad Wiyagus memasangkan pita kepada perwakilan anggota sebagai tanda dimulainnya operasi saat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Lodaya 2023, di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/12/2023). Apel Gelar Pasukan Lilin Lodaya digelar dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat menegaskan bakal menyetop bus wisata yang masih beroperasi padahal tak laik jalan selama libur natal dan tahun baru 2024. Mereka akan menempatkan petugas di berbagai titik objek wisata untuk mengawasi bus-bus yang melintas.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat Kombes Pol Wibowo mengatakan telah menempatkan personel untuk memantau kendaraan atau bus yang tidak laik jalan. Para petugas pun akan mengecek KIR kendaraan masih berlaku atau tidak.

"Kita lihat aja dari sistem mekanik yang ada, begitu naik kadang gas ini seperti ngempos kan terdengar di telinga, kemudian ditandai dengan asap hitam, ini kendaraan seperti ini biasanya sudah otomatis kami setop," ucap dia saat apel lilin lodaya di Lapangan Gasibu, Kamis (21/12/2023).

Dia mengungkapkan, mayoritas bus wisata yang beroperasi tidak menggunakan safety belt. Oleh karena itu, ke depannya bus dan angkutan umum diharapkan dapat memakai safety belt sehingga dapat meminimalisasi korban kecelakaan.

 

"Kendaraan bus, dan angkutan umum juga kalau bisa pakai safety belt. Kejadian yang di Cipali itu terlempar semua kan karena tidak memakai safety belt," kata dia.

Wibowo mengatakan, telah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas dari pengalihan arus, penutupan sepenggal di jalur arteri. Kemudian di jalur tol dilakukan contra flow satu jalur hingga tiga jalur serta one way.

Selain itu, pihaknya bakal melaksanakan car free night saat malam tahun baru. Jalut Limbangan arah Pangandaran termasuk jalur Cipanas, Garut, Ciwidey dan Lembang akan dilakukan pengalihan arus.

Wibowo menambahkan, bakal terjadi dua kali puncak mudik dan puncak balik saat libur nataru. Dia memorediksi, puncak mudik terjadi tanggal 22 Desember sebab anak sekolah sudah libur dan persiapan hari raya Natal.

"Mudik balik pertama itu terjadi pada tanggal 26," kata dia.

Selanjutnya mudik kedua terjadi pada tanggal 29 Desember. Sedangkan arus balik terjadi pada tanggal satu dan dua Januari tahun 2024.

"Kami minta ke masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan kepergian dalam rangka natal atau tahun baru, kami minta berhati-hati, taati betul aturan lalu lintas yang ada dan cek kembali kendaraannya, apakah layak jalan atau tidak, kalau tidak dikondisikan," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement