Sabtu 06 Jan 2024 17:15 WIB

Pesawat Bandung-Pangandaran, Disparbud Jabar Berharap Dampak Positif ke Wisata

Disparbud Jabar menyebut adanya transportasi udara membuka alternatif wisata.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Sejumlah penumpang akan menaiki pesawat Susi Air dari Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran, menuju Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/12/2023).
Foto: Dok. Republika
Sejumlah penumpang akan menaiki pesawat Susi Air dari Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran, menuju Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menilai, layanan penerbangan Bandung-Pangandaran mendukung aksesibilitas wisata. Diharapkan adanya transportasi pesawat itu berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

Kepala Disparbud Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah di Jabar dengan banyak potensi wisata. Namun, kata dia, dibutuhkan sarana transportasi memadai untuk menjangkau Pangandaran, seperti dari Bandung. Lewat jalur darat, waktu tempuhnya bisa sampai lima jam-tujuh jam.

Baca Juga

Karena itu, Benny menyambut baik dibukanya layanan penerbangan Bandung-Pangandaran. “Dengan adanya pesawat, ini jadi harapan baru bagi warga Bandung untuk pergi ke Pangandaran, jadi lebih cepat,” kata Benny, saat inaugurasi penerbangan pesawat rute Bandung-Pangandaran, Jumat (5/1/2024).

Benny mengatakan, pada momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) lalu, kondisi di Bandung Raya terbilang padat. Ia mengaku mendapat keluhan dari sejumlah pelaku usaha pariwisata karena kepadatan itu memicu kemacetan, sehingga kunjungan wisatawan tak optimal.

Dengan adanya layanan penerbangan Bandung-Pangandaran, Benny mengatakan, terbuka alternatif destinasi wisata selain Bandung Raya. “Mudah-mudahan dengan adanya alternatif wisata bisa memberikan pilihan untuk wisatawan hadir di Jabar,” kata Benny.

Benny menilai, Kabupaten Pangandaran siap menyambut kedatangan wisatawan. Salah satu contohnya, kata dia, selepas momen libur Nataru lalu, sampah bisa lekas dibersihkan. “Ini sebagai bukti Pangandaran siap menerima wisatawan nusantara dan internasional. Tentu kami berharap Pangandaran bisa naik kelas,” ujar dia.

Menurut Benny, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memberikan dukungan anggaran untuk pengembangan Pangandaran sebagai destinasi wisata. Apalagi Pangandaran mempunyai berbagai potensi wisata, khususnya pantai. “Jabar selatan juga kami fokus untuk dijadikan kawasan destinasi wisata,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement