Senin 19 Feb 2024 17:03 WIB

Sembilan Orang Petugas Pemilu 2024 di Jabar Meninggal Dunia, Pj Gubernur Bey Berduka

Sembilan orang yang dinyatakan meninggal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Pj Gubernur Bey bersama jajaran Forkopimda Jabar langsung meninjau ke TPS lokasi khusus Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung di Jalan Kebonwaru.
Foto: Dok Humas Pemprov Jabar
Pj Gubernur Bey bersama jajaran Forkopimda Jabar langsung meninjau ke TPS lokasi khusus Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung di Jalan Kebonwaru.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berduka dengan meninggalnya sembilan orang petugas Pemilu saat menjalankan tugas di Pemilu 2024. Menurut Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Mahmudin, sembilan orang yang meninggal ini berasal dari berbagai kelompok, salah satunya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 

"Jadi pertama kami sampaikan dukacita cita mendalam atas berpulangnya para petugas Pemilihan umum ada sembilan totalnya. Enam KPPS, satu PPS dan dua orang saksi," ujar Bey di kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR)Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin (19/2/2024). 

Baca Juga

Sembilan petugas yang meninggal ini juga, kata dia, tersebar di beberapa daerah. Salah satu di antaranya, petugas KPPS di Kota Bandung, tepatnya dari TPS 18 Pasirwangi, Ujungberung.  "Kabupaten Bogor empat, Kabupaten Tasikmalaya dua, Kabupaten Sukabumi satu, Kota Bandung satu, Kota Sukabumi satu," kata Bey. 

Berdasarkan informasi yang didapatkannya, kata Bey, sembilan orang yang dinyatakan meninggal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya ada yang memang terkena serangan jantung. "Ada beberapa yang serangan Jantung, riwayat sakit dada ada juga riwayat sakit jantung sih ada diabetes. Ada strok juga," katanya. 

Bey mengatakan, Pemprov Jawa Barat sudah berupaya membantu KPU dalam pengecekan kesehatan untuk para petugas KPPS. Bey pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sembilan orang kelompok petugas Pemilu 2024.

"Kami berduka cita sebetulnya kami juga bekerjasama dengan puskesmas, tapi ya takdir. Belajar dari periode lalu, sekarang kan muda-muda. Ini juga takdir, kita sudah berusaha," kata dia. 

Sebelumnya, Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Pemilih Hedi Ardhia mengatakan, ada dua orang petugas PPS yang meninggal dunia merupakan sekretariat PPS Fuad Holik dan anggota.

"Informasinya yang bersangkutan itu sempat mengalami sakit perut, izin pulang sebentar, pulang ke TPS pingsan," ucap Herdi KPU Jabar, Kamis (15/2/2024).

Hasil pendataan dari KPU Kabupaten Tasikmalaya, Herdi mengatakan kedua petugas PPS itu mengalamisakit. KPU Jawa Barat dipastikannya akan memberikan santunan kepada dua orang itu. Adapun tugasnya akan digantikan oleh petugas lainnya. "Kami ikut berbelasungkawa, para pejuang kami di garda terdepan," katanya.

Sebagai informasi, KPU Jawa Barat melantik 983.199 orang KPPS untuk mengisi 140.457 TPS yang tersebar di seluruh daerah Jawa Barat selama pencoblosan 14 Februari 2024.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement