Kamis 22 Feb 2024 16:37 WIB

50 Persen Warga Kabupaten Bandung Alami Masalah Kesehatan, Gigi Ratusan Santri Diedukasi

Warga mengalami masalah gigi mulai dari berlubang, sakit atau rusak 50,02 persen

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Santriwati diedukasi soal menjaga kesehatan mulut dan gigi
Foto: Dok Republika
Santriwati diedukasi soal menjaga kesehatan mulut dan gigi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--- Sebanyak 500 orang santri di Pesantren Mathla'ul Huda, Baleendah, Kabupaten Bandung diberi edukasi tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut belum lama ini yang digelar Kementerian Agama menggandeng salah satu brand pasta gigi Pepsodent. Mereka, diharapkan dapat lebih hidup sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan baik jelang bulan puasa Ramadhan.

Pengasuh Pondok Pesantren Mathla'ul Huda KH Miftahul Khoer mengatakan para santri harus rajin membersihkan badan dan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari menjaga kebersihan lahiriah.

Baca Juga

"Orang yang suka menjaga kebersihan akan berpengaruh kepada kesehatan fisik untuk kita beraktivitas," ujar KH Miftahul belum lama ini melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (22/2/2024).

Ia melanjutkan para santri diharapkan rutin menyikat gigi dua kali sehari pagi dan malam sebelum tidur. Dengan pasta gigi berkualitas dan rutin kontrol ke dokter gigi enam bulan sekali. "Apabila kita sehat maka lebih mudah lagi untuk beribadah apalagi jelang bulan puasa Ramadhan," katanya.

Kabid Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jabar Ahmad Fatoni berharap pelatihan tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat rutin dilaksanakan ke seluruh santri di pondok pesantren. Dengan begitu diharapkan para santri ini akan memperkuat fungsi pesantren dalam menyiapkan pemimpin bangsa.

"Kegiatan ini sangat tepat karena para santri telah lama menjadi fondasi pertahanan negara," kata dia.

Pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan oleh Kemenag bekerja sama dengan brand pasta gigi Pepsodent yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu. Drg Ratu Mirah Affifah mengatakan tujuh orang dari 10 orang di Indonesia mengalami gigi berlubang.

Sedangkan di Kabupaten Bandung, penduduk yang mengalami masalah gigi mulai dari berlubang, sakit atau rusak mencapai 50,02 persen. Mereka yang rutin memeriksakan diri satu hingga tiga kali dalam setahun terakhir usia di atas 3 tahun hanya mencapai 1,84 persen.

"Itu menunjukkan kurang kesadaran tentang penting menjaga kesehatan gigi dan mulut. Padahal gigi dan mulut memiliki fungsi banyak," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement