Jumat 01 Mar 2024 15:15 WIB

Pergerakan Tanah di Rongga, Bandung Barat, Badan Geologi Ungkap Zona Risiko Tinggi

Pergerakan tanah di Kampung Pasirgombong, Rongga, KBB gerakan tanah tipe lambat

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Ilustrasi rumah yang nyaris roboh akibat terdampak bencana pergerakan tanah
Foto: ANTARA/Aditya Rohman
Ilustrasi rumah yang nyaris roboh akibat terdampak bencana pergerakan tanah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Badan Geologi mengatakan pergerakan tanah di Kampung Pasirgombong, RT 04 RW 03, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat masuk ke dalam zona risiko tinggi. Apabila hujan turun di atas normal maka gerakan tanah dapat terjadi kembali dan gerakan tanah lama aktif kembali.

Plt Badan Geologi M Wafid mengatakan jenis pergerakan tanah di Kampung Pasirgombong, Rongga, Kabupaten Bandung Barat merupakan gerakan tanah tipe lambat. Ciri-cirinya ditemukan retakan, nendatan dan amblasan pada permukaan tanah.

Baca Juga

Wafid menuturkan titik bencana pergerakan tanah di perbukitan bergelombang dengan kemiringan lereng landai sampai curam. Selain itu ketinggian lokasi bencana di 990 meter di atas permukaan laut.

"Berdasarkan peta prakiraan terjadi gerakan tanah di Kabupaten Bandung Barat tahun 2024, Kecamatan Rongga termasuk dalam zona potensi gerakan tanah menengah tinggi. Daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah," ujar Wafid melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (1/2/2024).

Wafid mengatakan berdasarkan peta geologi Lembar Sindangbarat Bandarbaru, Jawa Tahun 1996, daerah bencana tersusun oleh formasi Cimandiri. Terdiri dari perselingan batulempung, batulanau dan batupasir, setempat gampingan, setempat meliputi endapan lahar tersusun tuf, breksi andesit dan breksi tuf.

"Faktor penyebab tanah longsor diperkirakan karena kemiringan lereng curam, bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan dengan batuan yang bersifat lebih kedap dan berfungsi sebagai bidang gelincir," kata dia.

Selain itu,  kondisi curah hujan sebelum dan sesudah bencana. Ia mengimbau masyarakat sekitar untuk waspada dikhawatirkan longsor susulan.

Apabila gerakan tanah terus terjadi, maka rumah rumah di lokasi bencana harus direlokasi. Serta tidak melakukan pengembangan pemukiman. "Tim tanggap darurat Badan Geologi dari tim kerja gerakan tanah akan dikirim ke lokasi untuk menganalisis potensi longsor susulan," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement