Ahad 31 Mar 2024 08:37 WIB

Pj Gubernur Bey Siapkan Dapur Umum untuk 135 Pengungsi Ledakan Gudmurah Ciangsana Bogor

Kegiatan makan sahur dan buka puasa para korban harus terjamin selama mengungsi

Rep: Ali Mansur/ Red: Arie Lukihardianti
Sejumlah warga mengungsi di posko pengungsian, Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (31/3/2024). Sebanyak 86 jiwa warga Kampung Parung Pinang mengungsi di posko pengungsian karena pemukimannya yang berdekatan dengan lokasi gudang amunisi Yonarmed 07/155 GS Kodam Jaya yang mengalami ledakan.
Foto: Republika/Putra M Akbar
Sejumlah warga mengungsi di posko pengungsian, Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (31/3/2024). Sebanyak 86 jiwa warga Kampung Parung Pinang mengungsi di posko pengungsian karena pemukimannya yang berdekatan dengan lokasi gudang amunisi Yonarmed 07/155 GS Kodam Jaya yang mengalami ledakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA----Kebakaran di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang terjadi pada Sabtu (30/3/2024), mengakibatkan sebanyak 135 keluarga diungsikan. Ratusan keluarga tersebut diungsikan ke kantor desa setempat. Selain itu, sebanyak 85 kepala keluarga, dan sebanyak 50 keluarga diungsikan di sarana ibadah masjid sekitar Perumahan Kota Wisata, Bogor.

"Ada 85 KK yang untuk sementara di tempat kepala desa. Dan 50 KK di tempat masjid Darussalam, dalam kota wisata," ujar Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dalam keterangannya kapada awak media, Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga

Kemudian, kata dia, untuk menjamin kebutuhan para pengungsi, pihaknya telah menyiapkan dapur umum. Apalagi saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1445 hijriah. Sehingga kegiatan makan sahur dan buka puasa para korban harus terjamin. Namun pihaknya juga belum dapat memastikan sampaikan sampai kapan evakuasi tersebut akan dilakukan. 

“Karena ini Bulan Ramadhan, pak bupati juga membuat dapur umum sifatnya karena untuk sahur nanti. Pada intinya kondisi sudah terkendali," kata Bey Machmudin.

Menurut Bey Machmudin, mereka yang dievakuasi atau diungsikan yang rumahnya berada di radius sekitar 200-300 meter dari pagar terluar lokasi ledakan. Namun untuk saat ini, dia menegaskan bahwa sejauh ini kondisi warga setempat sudah aman dan terkendali. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement