Ahad 31 Mar 2024 14:41 WIB

Panglima TNI: Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran Gudmurah karena Amunisi Kedaluwarsa

Amunisi kedaluwarsa bersifat relatif sensitif atau labil.

Rep: Antara/ Red: Arie Lukihardianti
Petugas Kompi Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Zeni TNI AD berusaha menjinakan material yang diduga sisa bahan peledak
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas Kompi Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Zeni TNI AD berusaha menjinakan material yang diduga sisa bahan peledak

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR----Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor mengalami kebakaran, Sabtu (30/3/2024). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, berdasarkan dugaan sementara, penyebabnya adalah amunisi kedaluwarsa yang sensitif.

"Bisa, bisa dari situ. Sementara bisa dari itu salah satunya (penyebabnya), ya," ujar Agus di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (31/3/2024).

Baca Juga

Agus mengatakan, amunisi kedaluwarsa bersifat relatif sensitif atau labil. Sehingga, bila terkena gesekan maupun panas dapat dengan mudah meledak.

"Makanya kami punya SOP (Standar Operasional Prosedur) penggudangan-nya itu di bawah tanah. Jadi, di bawah tanah karena labil tersebut, dan sewaktu-waktu bisa meledak, itu SOP kami, di penyimpanannya di bawah tanah, kemudian ada tanggul, dan jauh dari permukiman masyarakat," paparnya.

Walaupun demikian, kata dia, pihaknya masih mencari penyebab pasti dari kebakaran yang menimpa Gudmurah tersebut. "Ya, masih dicari penyebabnya. Akan tetapi, untuk penyebab kemungkinan, yang tadi saya sampaikan itu dari gesekan karena labil tersebut, ya," katanya.

Sementara itu, ia menjelaskan sebuah amunisi memang mempunyai masa berlaku selama maksimal sepuluh tahun sebelum akhirnya kedaluwarsa. "Setelah dari satuan-satuan itu sudah tidak terpakai dalam masa sepuluh tahun, dikumpulkan di Gudmurah yang ada di wilayah-wilayah. Kemudian, melalui pemeriksaan sistematis tersebut, apabila sudah ada hasil pemeriksaan tersebut akan diledakkan, di-disposal (dibuang), seperti itu," paparnya.

Sebelumnya, Agus juga menjelaskan sejak Ahad, pukul 03.45 WIB, api kebakaran di Gudmurah Kodam Jaya sudah bisa dipadamkan.

"Kemudian, langkah-langkah yang dilakukan pasca-ledakan, Pangdam Jaya dibantu oleh Satuan Jihandak (Penjinakan Bahan Peledak) dan POM (Polisi Militer) untuk melaksanakan penyisiran dan pembersihan di lokasi ledakan," katanya.

Ia pun mengatakan bahwa Satuan Teritorial telah mendata dan mengecek ke permukiman di sekitar ledakan. "Dan diharapkan apabila masyarakat menemukan serpihan atau selongsong agar dilaporkan ke aparat," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement