Ahad 31 Mar 2024 21:25 WIB

Kemenkes Perluas uji Coba Nyamuk Wolbachia di Kota Bandung

Uji coba nyamuk wolbachia diperluas ke empat kelurahan di Kota Bandung.

Nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia dewasa terlihat dari mikroskop (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia dewasa terlihat dari mikroskop (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas uji coba pelepasan nyamuk ber-Wolbachia pada empat kelurahan di Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk pengendalian Dengue.

"Rencana timeline di tahun 2024 ini Kota Bandung nanti akan dirilis di empat kelurahan lainnya di Kecamatan Ujungberung," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi dikonfirmasi di Jakarta, Ahad (31/3/2024).

Baca Juga

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Kecamatan Ujungberung mempunyai luas wilayah 1.035,411 hektare, dengan jumlah penduduk 67.144 jiwa. Kecamatan yang terkenal dengan seni bela dirinya itu secara administratif terbagi atas tujuh kelurahan, 71 RW, dan 330 RT, yaitu Kelurahan Pasir Endah, Kelurahan Cigending, Kelurahan Pasir Wangi, Kelurahan Pasir Jati, Kelurahan Pasanggrahan, Kelurahan Ujungerung, dan Kelurahan Cisaranten Wetan.

Selain empat kelurahan baru di Ujungberung, kata Imran, Kemenkes juga akan menyasar satu kecamatan lainnya di Kota Bandung yang memiliki kasus dengue tertinggi sebagai perluasan lanjutan pelepasan nyambuk ber-Wolbachia.

Laporan Kemenkes hingga pekan ke-10 tahun 2024, Kota Bandung merupakan kota dengan kasus Dengue tertinggi di Indonesia mencapai 1.301 kasus dan kematian yang cukup tinggi mencapai tujuh jiwa.

Imran mengatakam, perluasan uji coba pengendalian Dengue di wilayah tersebut telah melalui penetapan nota kesepakatan antara Kemenkes dan Pemkot Bandung pada 18 Maret 2024. Hingga saat ini, kata Imran, baru satu kelurahan di Kecamatan Ujungberung yakni Pasanggrahan  telah melaksanakan penyebaran nyamuk ber-Wolbachia sejak akhir 2023.

Inovasi program penanggulangan Dengue berteknologi nyamuk ber-Wolbachia telah melalui uji coba yang dilakukan Universitas Gajah Mada (UGM), Yayasan Tahija, dan Monash University selama kurang lebih 10 tahun.

Wolbachia adalah bakteri alami, simbion yang umum ditemukan di hewan arthropoda, dengan mekanisme menghambat replikasi virus dengue yang diperankan oleh Wolbachia.

Hasil penelitian yang berlangsung di Yogyakarta mampu menurunkan 77 persen Incidence Rate (IR) Dengue dan mengurangi risiko perawatan di rumah sakit sebesar 86 persen.

Atas pertimbangan itu, Kemenkes mengadopsi teknologi Wolbachia dengan menerbitkan Kepmenkes Nomor 1341 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Teknologi Wolbachia di lima kota yaitu Semarang, Bontang, Jakarta Barat, Kupang, dan Kota Bandung.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement