Kamis 25 Jul 2024 22:12 WIB

PPP Masih Godok Nama Calon untuk Pilgub Jabar, Ada Sandiaga Uno, Uu dan Pepep

Ada wacana pasangan Ridwan Kamil- Uu Ruhzanul Ulum jilid 2.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat (Jabar), Pepep Saepul Hidayat.
Foto: Dok PP
Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat (Jabar), Pepep Saepul Hidayat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum menyodorkan nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) ke DPP untuk pemilihan Gubernur Jabar. Karena, mereka masih melihat elektabilitas dan popularitas sejumlah nama yang berasal dari kader seperti Uu Ruhzanul Ulum atau Sandiaga Uno.

Plt Ketua DPW PPP Jabar, Pepep Saepul Hidayat mengatakan partai saat ini terus melakukan komunikasi dengan seluruh partai di Jawa Barat. Mereka pun tengah membahas tentang posisi PPP untuk bisa mengusung kandidat.

Baca Juga

"Kalau keputusan untuk Pilgub kan di DPP, kita hanya memberikan saran, pendapat, dan masukan," ucap Pepep saat melakukan temu silaturahmi dengan 120 caleg PPP tingkat Provinsi Jabar, Kamis (25/7/2024).

Di lapangan, kata dia, terdapat wacana yang berkembang terkait pasangan Ridwan Kamil- Uu Ruhzanul Ulum jilid 2. Wacana tersebut menjadi salah satu opsi apalagi Uu menyatakan diri siap maju.

Termasuk muncul wacana Sandiaga Uno maju di Pilgub Jabar. Termasuk dorongan kepada dirinya. Pepep menyebut semua hal itu masih sangat terbuka jelang Pilgub Jabar. "Kalau yang menyatakan siap mah banyak. Yang digodok itu ya ada cabang yang menyuarakan Pak Sandiaga Uno, ada juga secara pribadi Pak Uu siap.Makanya kita terus inventarisir," kata dia.

Pepep menyebut saat ini pihaknya belum menyodorkan nama ke DPP dan masih dalam tahap penggodokan. Pihaknya memastikan sebelum masa pendaftaran pada tanggal 27 Agustus sudah muncul nama yang akan diusung. "Belum karena kita sedang menggodok. Jadi Jabar sampai hari ini belum menyodorkan nama ke DPP untuk diseleksi," kata Pepep.

Disamping itu, Pepep bersyukur perolehan kursi di DPRD Jabar meningkat dari 3 kursi menjadi 6 kursi. Keberhasilan tersebut atas kerja sama kader khususnya para caleg provinsi sebanyak 120 orang.

"Kita menganggap bahwa para calon ini adalah potensi yang terus akan kita jaga ritme, silaturahmi, dan bagaimana kemenangan ini menjadi kemenangan bersama," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement