Kamis 27 Mar 2025 16:38 WIB

Hujan Deras Adang Pemudik di Jalur Pantura Cirebon

BMKG telah memberikan peringatan cuaca ekstrim berupa hujan dan angin kencang

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Jalur utama pantura Indramayu
Foto: Dok Republika
Jalur utama pantura Indramayu

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Hujan deras menghadang para pemudik yang melintasi jalur Pantura Cirebon, Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi jalanan yang menjadi licin akhirnya memaksa pemudik, terutama yang menggunakan sepeda motor, harus melambatkan laju kendaraan. Bahkan, banyak juga yang terpaksa harus menepikan kendaraannya agar tidak kehujanan.

Salah seorang pemudik asal Jakarta Barat, Arif, mengaku hujan mulai mengguyur sejak masih di wilayah Kabupaten Indramayu. Namun, intensitas hujan cukup ringan sehingga ia memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Baca Juga

“Pas masuk wilayah Cirebon, hujannya semakin deras sehingga saya terpaksa berhenti dulu,” ujar pemudik yang hendak menuju Brebes tersebut.

Hal senada dialami oleh Hendra, seorang pemudik yang hendak pulang kampung ke Tegal. Dia pun terpaksa menghentikan laju sepeda motornya dan berteduh untuk melindungi istri dan anaknya yang masih kecil agar tidak kehujanan. “Khawatir bahaya kalau terus menerobos hujan. Kasihan juga anak masih kecil,” katanya.

BMKG pun telah memberikan peringatan cuaca ekstrim berupa hujan dan angin kencang di periode mudik saat ini. Untuk itu, para pemudik diminta untuk berhati-hati akan dampak yang bisa ditimbulkan akibat kondisi tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement