Jumat 29 Aug 2025 07:44 WIB

Segmen Cimeta dan Cipogor Sesar Lembang Aktif Berpotensi Gempa Besar, Ini Wilayah Paling Terdampak

BMKG mengimbau warga menyediakan peralatan untuk selamat tas siaga bencana

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Zona Sesar Lembang atau Patahan Lembang di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Foto: Edi Yusuf
Zona Sesar Lembang atau Patahan Lembang di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan segmen Cimeta dan segmen Cipogor Sesar Lembang saat ini tengah aktif dan berpotensi menyebabkan terjadi gempa magnitudo 5,5. Wilayah yang paling terdampak yaitu Kabupaten Bandung Barat meliputi Kecamatan Ngamprah dan Cisarua.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menyebut Sesar Lembang memiliki panjang 29 kilometer dengan memiliki enam segmen terbentang dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung hingga Kabupaten Sumedang. Data terbaru menunjukkan segmen Cimeta dan Cipogor yang sedang aktif untuk saat ini sedangkan sisanya relatif tenang.

Baca Juga

"Segmen ini berada di sebelah barat Sesar Lembang yang melewati Kecamatan Ngamprah dan Kecamatan Cisarua," ujar Teguh Rahayu melalui keterangan resmi, Kamis (28/8/2025).

Teguh Rahayu mengatakan, Sesar Lembang segmen Cimeta dan Cipogor yang memiliki panjang kurang lebih 10 kilometer dengan  potensi gempa bumi mencapai magnitudo maksimal 5,5. Dari skenario peta guncangan, wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi berpotensi mengalami dampak guncangan.

"Guncangan dapat menyebabkan kerusakan ringan, dengan deskripsi getaran dirasakan semua orang, kebanyakan semua terkejut dan lari keluar (rumah) plester dinding jatuh, dan cerobong asap pabrik rusak," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat waspada dan menyiapkan langkah kesiapsiagaan yaitu memastikan bangunan aman, tahan gempa dengan struktur yang kuat dengan besi tulangan. Serta memenuhi building code atau aturan rumah tahan gempa atau ramah gempa.

Selain itu, kata dia, menyiapkan rambu jalur evakuasi mulai dari lingkup keluarga, lingkungan RT dan RW serta area publik. Dilakukan pengukuran mikrozonasi untuk memetakan potensi tingkat guncangan gempa di wilayah Bandung Barat.

Tidak hanya itu, Teguh Rahayu pun mengimbau menyiapkan diri masing-masing warga latihan diri selama terjadi gempa seperti jatuhkan tangan dan lutut ke tanah atau ke lantai. Lindungi kepala dan leher di bawah perabotan yang kokoh. Berpegangan erat pada tempat berlindung.

Ia mengimbau menyediakan peralatan untuk selamat tas siaga bencana. Selanjutnya dapat keluar rumah apabila gempa bumi sudah kembali mereda.

"Perkuat mitigasi bencana baik struktural maupun kultural. Perlu dilakukan edukasi masif terkait dampak gempa, dan mitigasinya," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement