Ahad 25 Jan 2026 04:05 WIB

Investasi di Jabar Naik Tapi 18 Ribu Orang Di-PHK, Ini Pembelaan Dedi Mulyadi

Menurut KDM, lowongan pekerjaan banyak yang karyawan masuk bukan berasal dari Jabar.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menjelaskan soal investasi di Jabar yang naik signifikan tetapi banyak karyawan yang di PHK.
Foto: Dok Republika
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menjelaskan soal investasi di Jabar yang naik signifikan tetapi banyak karyawan yang di PHK.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan sekaligus pembelaan terkait realisasi investasi yang naik akan tetapi angka PHK tinggi di Jawa Barat pada tahun 2025. Seperti diketahui, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai 296,8 triliun akan tetapi PHK mencapai 18.815 orang.

"PHK kan gini loh harus dibedakan. PHK itu adalah perusahaan yang sudah berdiri itu mem-PHK karyawan. Kan itu beda tuh, ya kan. Kalau investasi adalah dana masuk merekrut karyawan, kan gitu loh," ucap dia di Bandung, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga

Ia menuturkan mereka yang di PHK memiliki potensi untuk bekerja kembali dan ada yang tidak. Dedi menyebut investasi lebih ke menyediakan lapangan pekerjaan sedangkan PHK menghentikan pekerjaan.

"Perusahaan yang mem-PHK berarti kan dari data investasi keluar dong. Tetapi kan masuk yang baru," kata dia.

Dedi menyebut realisasi investasi tahun 2025 merupakan data baru yang masuk dan bukan data perusahaan yang sudah berusaha kemudian berhenti dan tutup. Ia menyebut masalah yang muncul di Jawa Barat yaitu saat perusahaan membuka lowongan pekerjaan banyak karyawan yang masuk bukan berasal dari Jawa Barat.

Karena itu, Dedi menegaskan hal itu terjadi bukan karena ketidakmampuan angkatan kerja berasal dari Jawa Barat. "Itu tergantung kadang-kadang kelas menengah atau manager di perusahaan. Kalau manager perusahaannya orang Garut, pasti orang Garut banyak dibawa. Tapi kalau manager perusahaannya ada orang luar Jawa Barat, dia juga pasti bawa dari kampungnya," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement