REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara terkait polemik bonus Rp 1 miliar untuk pemain Persib Bandung dari Maruarar Sirait. Hal itu ramai dibahas di media sosial dan memicu munculnya spanduk "Shut Up KDM di Jawa Barat.
Ia menegaskan, penyampaian informasi tersebut dilakukan sebagai bentuk keterbukaan kepada publik. “Bonus Rp 1 miliar berasal dari Asep Ara Sirait. Saya menyebutnya Bang Ara atau Asep Ara karena beliau sudah lama tinggal di Jawa Barat saat kuliah di Universitas Parahyangan Bandung,” kata Dedi, Ahad (26/4/2026).
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menjelaskan, bonus tersebut berawal dari pertemuan antara dirinya dengan politikus Maruarar Sirait dan manajemen Persib. Dalam pertemuan itu, dibahas target Persib Bandung untuk meraih tiga gelar juara secara berturut-turut.
“Dan top management tersebut menyampaikan bahwa tantangannya sangat berat,” ujar KDM.
Menurutnya, target ambisius tersebut membutuhkan dukungan besar dari berbagai pihak. Dalam diskusi itu, Maruarar Sirait kemudian menyampaikan komitmennya untuk membantu Persib.
“Sehingga secara spontan saat itu Bang Ara menyampaikan bahwa akan membantu memberikan bonus pada setiap pertandingan di kandang lawan,” ucapnya.
KDM menyebutkan, dari tujuh laga tandang, ada lima pertandingan yang akan mendapat bonus masing-masing Rp 1 miliar. Dengan demikian, total bonus yang disiapkan mencapai Rp. 5 miliar.
“Dan jumlah uang yang diberikan sebesar Rp 5 miliar untuk lima pertandingan. Dan pada saat itu, saya menanyakan, bolehkah itu menurut peraturan ketentuan melanggar atau tidak? Top management mengatakan tidak ada pelanggaran,” tuturnya.