REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Husainiyah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengelola sampah mandiri di lingkungan sekolah dengan model sirkular atau ekonomi berkelanjutan. Mereka berkolaborasi dengan U-Co Sustainable Solution (UCOSS) mengusung tema program "Sustainable Future Academy: Circular Waste Action For School".
Hanifah Guru Pendamping Sekolah MI Husainiyah mengungkapkan program pengelolaan sampah mandiri di sekolah dirancang mengubah paradigma lama dari sistem kumpul-angkut-buang menjadi sistem sirkular. Material sisa sampah di lingkungan MI tidak lagi berujung di tempat pembuangan akhir (TPA) akan tetapi dipilah, didaur ulang, dan diolah kembali sehingga memiliki nilai tambah ekonomi dan manfaat lingkungan.
"Inisiatif ini bukan sekadar program bersih-bersih sekolah, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi penerus yang bertanggung jawab terhadap buminya," ucap dia, Ahad (19/7/2026).
Ia menuturkan langkah inovatif ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan pendekatan kolaboratif hexahelix untuk menuntaskan permasalahan limbah dari sumber. Diharapkan para santri teredukasi sejak dini dan mampu menuntaskan permasalahan limbah secara langsung.
Luthpi Padhlulloh peneliti dan founder UCOSS mengatakan pihaknya menjalankan prinsip ekonomi sirkular dan pendekatan kolaboratif hexahelix dalam pengelolaan sampah. Dengan begitu diharapkan para santri bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi atau dikenal dengan istilah Green School dan Sekolah Sehat Husainiyah.
“Kami ingin mencoba menerapkan program hexahelix dalam pengelolaan sampah secara nyata, dan hal ini jelas membutuhkan dukungan dari banyak pihak," kata dia.