Senin 26 Oct 2026 21:43 WIB

Polisi Peduli Pengangguran, Begini Cara Polres Indramayu Bantu Korban PHK

Seratus peserta yang terdampak PHK mendapatkan pelatihan vokasi.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Polres Indramayu berupaya membbangkitkan kembali semangat warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) lewat program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Foto: Lilis Sri Handayani/ Republika
Polres Indramayu berupaya membbangkitkan kembali semangat warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) lewat program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).

INDRAMAYU – Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Untuk itu, melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Polres Indramayu berupaya membangkitkan kembali semangat warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melalui Poliran, 100 peserta yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapat kesempatan mengikuti pelatihan vokasi. Pelatihan itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi korban PHK untuk kembali memasuki dunia kerja ataupun merintis usaha mandiri.

Baca Juga

Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo PM, mengatakan, kehilangan pekerjaan merupakan tantangan yang tidak mudah bagi seseorang maupun keluarganya. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak mematahkan semangat para pekerja untuk kembali bangkit dan menata masa depan.

“PHK dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, dan membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba,” ujar Prianggo, saat membuka kegiatan pelatihan vokasi, di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Tak hanya membuka pelatihan, dalam kesempatan itu kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu. Perjanjian itu sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Prianggo mengungkapkan, pelatihan vokasi bukan sekadar kegiatan memberikan keterampilan teknis. Namun merupakan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Saya berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat,” tukas Prianggo.

Adapun bidang pelatihan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan meliputi pembuatan espresso dan latte art, menjahit menggunakan mesin single needle, digital marketing dasar, serta penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC.

Keempat bidang tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Berita Lainnya

Rekomendasi