Selasa 17 Jan 2023 06:11 WIB

Jasad Pria Tergantung di Pohon Manggis Gegerkan Warga Leuwiliang

Hasil olah TKP di tubuh korban tidak ditemukan bekas luka akibat benda tumpul/tajam.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Bunuh diri (ilustrasi).
Foto: www.healthoncare.com
Bunuh diri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pria berinsial D (30 tahun) ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon manggis di wilayah Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Diduga pria tersebut sengaja mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto, mengatakan jasad korban ditemukan pada Senin (16/1/2023). Awalnya, salah satu saksi sedang beristirahat di saung kebun manggis.

Baca Juga

“Saksi bermaksud menuju Panorama Bukit Bintang dan sebelumnya beristirahat di saung kebun manggis,” kata Agus, Senin (16/1/2023).

Ketika di saung tersebut, lanjut dia, saksi terkejut melihat sosok pria dalam kondisi sudah tergantung di atas pohon manggis. Dari situ, saksi melaporkan temuannya kepada ketua RT setempat dan pihak kepolisian.

 

Hasil pemeriksaan, Agus mengungnkapkan, diketahui jasad tersebut merupakan warga Leuwiliang. Dugaan sementara, pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Diduga korban tersebut meninggal dunia akibat gantung diri. Hasil olah tempat kejadian perkara di tubuh korban tidak ditemukan bekas luka akibat benda tumpul maupun benda tajam,” jelas Agus.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement