Senin 23 Jan 2023 15:11 WIB

Tolak ke Bekasi, Anak Tiri Wowon Selamat dari Aksi Pembunuhan Berantai

Salsa menolak untuk ke Bekasi setelah mengaku mempunyai firasat buruk.

Rep: Riga Nurul Iman / Red: Agus Yulianto
Kepala Desa Karangtanjung Rismawan tengah menunjukkan makam Halimah korban pembunuhan berantai di TPU Islam di Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pelaku pembunuhan berantai adalah suaminya Wowon alias Aki.
Foto: dok. Kades Karangtanjung
Kepala Desa Karangtanjung Rismawan tengah menunjukkan makam Halimah korban pembunuhan berantai di TPU Islam di Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pelaku pembunuhan berantai adalah suaminya Wowon alias Aki.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Anak tiri Wowon (60 tahun) tersangka pembunuh berantai atau serial killer, Salsa (13) selamat dari aksi pembunuhan. Pasalnya, Salsa menolak untuk ke Bekasi setelah mengaku mempunyai firasat buruk.

Meskipun Salsa yang merupakan anak ketiga dari Ai Maimunah pernah mendapatkan ancaman dari pembunuh berantai Cianjur-Bekasi yang merupakan ayah tirinya, Wowon. Seperti diketahui, polisi telah menangkap tiga orang tersangka pembunuh berantai atau serial killer Bekasi-Cianjur. Ketiganya adalah Wowon Erawan, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.

Baca Juga

Salsa mengaku, tidak ikut ke Bekasi karena seringkali muntah bila menggunakan mobil dalam jarak yang jauh. "Salsa tidak mau ikut ke Bekasi karena sering muntah jika bepergian jauh, tapi sebenarnya memang tidak mau ikut ke Bekasi," ujar Salsa kepada wartawan di Cianjur, Ahad (22/1/2022).

Menurut Salsa, diri tidak mau ikut karena merasa takut dengan sosok ayah tirinya sendiri Wowon. Bahkan, dia sempat diancam akan dicelakai apabila melaporkan keberadaan kontrakan Wowon di Cianjur pada keluarga dari ibunya.

 

Hal ini juga, kata Salsa, yang membuatnya menolak ikut ke Bekasi sehingga berhasil selamat. Namun, ibu kadungnya Ai Maimunah dan kedua kakak Salsa yakni Ridwan dan Ruswandi meningga dunia akibat diracun Wowon dan dua pelaku lainnya.

Salsa menerangkan, awalnya tinggal di Cibalagung, dan ibunya bercerai dengan ayah kandung Salsa bernama Didin. Setelah menikah dengan Wowon, keluarganya diajak pindah ke kontrakan di Ciranjang dan Haurwangi, Cianjur.

"Salsa diminta ayah tiri kalau ada yang nanya dimana, bilangnya ngontrak di Bandung, tidak boleh bilang di Cianjur," kata Salsa. Jika tidak dituruti maka, maka Salsa dan keluarga diancam akan celaka sehingga ia takut.

Dari pengakuan Salsa, dirinya memang menjadi tidak terlalu dekat dengan ayah tirinya setelah adanya ancaman tersebut. Sehingga, Salsa lebih memilih untuk menjauh dan ketika di rumah Salsa tidak pernah ngobrol dengan Wowon.

"Ketika berangkat ke Bekasi pada 8 Januari lalu, Pak Wowon bilang kalau Salsa tidak mau ikut nanti dibawa ke rumah yang di Bandung," ungkap Salsa. Namun, hal itu belum tentu benar karena yang jelas akan dibawa ke Bekasi.

Menurut Salsa, dari tanggal 8 Januari hingga kejadian pembunuhan pada 12 Januari 2023, Salsa tidak dapat menghubungi kakak dan ibunya. Hal tersebut karena pada saat berangkat ke Bekasi, seluruh alat komunikasi HP yang dipegang ibu dan kakaknya korban disita oleh Wowon.

Sehingga, Salsa tidak bisa berkomunikasi karena HP diambil pelaku. Hingga pada akhirnya Salsa mengetahui ibu kandung dan dua kakaknya meninggal dunia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement