Rabu 22 Feb 2023 06:43 WIB

Stok Pangan di Kabupaten Cianjur Aman Hingga Lebaran 2023

Stok kebutuhan pokok Kabupaten Cianjur dipastikan aman sejak memasuki Ramadhan.

Pedagang menunggu pembeli di pasar tradisional.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pedagang menunggu pembeli di pasar tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan stok pangan aman dan mencukupi sampai Lebaran 2023 dengan harga stabil, meski beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti cabai, daging ayam dan minyak goreng. Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Selasa (21/2/2023), mengatakan, menjelang masuknya bulan puasa, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sempat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah agen, distributor dan pasar untuk memastikan stok kebutuhan pokok aman.

"Hasilnya sejumlah stok dinilai berlebih dan ada yang kurang seperti beras dan minyak goreng, namun kami pastikan stok mencukupi menjelang puasa dan menjelang lebaran nanti," katanya.

Baca Juga

Untuk memastikan stok terutama beras dan minyak goreng, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bulog untuk menambah stok serta menurunkan beras cadangan pemerintah jika terjadi kekosongan dan kenaikan harga. Pihaknya juga mencatat meski mengalami kelebihan, namun sejumlah harga sayur mayur dan bumbu dapur mengalami kenaikan seperti harga ayam dijual Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram, cabai merah Rp65.000 per kilogram dan bawang merah Rp46.000 per kilogram.

"Untuk stok cabai mengalami kelebihan karena program pemanfaatan lahan di sekitar rumah dan kantor berjalan dengan baik, sehingga kebutuhan cabai di Cianjur, dapat dipenuhi di tingkat lokal yang selama ini dipasok dari luar," katanya.

Untuk memastikan ketersediaan stok pangan khusus beras dan minyak, tambah dia, pihaknya sudah mengajukan penambahan melalui Pemprov Jabar dan Bulog, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kenaikan harga menjelang masuknya bulan puasa akibat tingginya pemakaian.

"Kami minta dinas perdagangan untuk memantau dan melaporkan stok dan harga kebutuhan pangan setiap harinya, sebagai upaya penanganan cepat ketika terjadi kekurangan dan upaya menekan harga ketika terjadi kenaikan yang cukup tinggi," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement