Kamis 02 Mar 2023 06:57 WIB

Persis: Jika Ingin Bersumpah, Cukup Bilang Wallahi, Bukan Menginjak Alquran

Cara bersumpah sesuai syariat Islam bisa dilakukan menggunakan tiga huruf kosam.

Rep: Mabruroh/ Red: Agus Yulianto
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan.
Foto: Istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Islam (Persis) meminta Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan agar lebih berhati-hati dalam berucap, apalagi bersumpah dengan membawa-bawa kitab suci Alquran. Menurut dia, pernyataan Plt Bupati Bogor itu, bisa saja masuk dalam kategori penghinaan.

“Ketahuilah bahwa perbuatan menginjak Alquran dapat masuk kategori penghinaan dan penodaan agama yang berakibat fatal,” kata Ketua Bidang Dakwah PP Persis KH Uus Muhamad Ruhiyat dalam keterangan tertulis, Rabu (1/3/2023).

Uus memahami, bahwa maksud sumpah yang dilontarkan Plt Bupati Bogor adalah untuk menekankan pernyataannya bahwa dia tidak melakukan praktik jual beli jabatan. Dengan sumpah tersebut, menurut Uus, Iwan berharap agar masyarakat Bogor percaya.

Hanya saja, untuk membuktikan itu, menurut Uus, tidaklah perlu sampai bersumpah menginjak Alquran. Bahkan Islam pun sudah mengajarkan bagaimana caranya bersumpah yang baik menurut syariat Islam.

“Bapak Bupati Bogor berkehendak bahwa dirinya amat sangat ingin dipercaya publik  bahwa dirinya tidak terlibat dalam jual beli jabatan. Untuk membuktikan hal tersebut tentu tidak patut menantang menginjak Alquran, tetapi dalam ajaran Islam ada cara lain yaitu dengan cara bersumpah yang sesuai dengan syari'at Islam. Dan yang menuduhnya harus memberi bukti yang akurat dan valid,” kata Uus.

Cara bersumpah yang sesuai syariat Islam itu, bisa dilakukan dengan menggunakan tiga huruf kosam, yakni Ta, Ba, dan Wa. “Cukup mengucapkan Wallohi dan konsekuensi dari kata itu sangat berat,” kata Uus.

Iwan sendiri telah menyampaikan permohonan maafnya melalui akun media sosial pribadinya di Instagram, atas kekeliruan ucapannya itu. Bahwa dirinya tidak bermaksud benar-benar, merendahkan kitab suci Alquran.

“Dari hati yang paling dalam dan tulus sebagai rasa penyesalan atas kekhilafan dan kebodohan saya atas ucapan tersebut, pada kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam yang ada di lingkungan kabupaten bogor dan di Indonesia, Demi Allah, saya tidak ada niatan sama sekali untuk melecehkan Alquran, sebagai pedoman hidup saya dan seluruh umat Islam,” kata Iwan.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement