Rabu 03 May 2023 07:24 WIB

Akses Jembatan Otista Ditutup, SSA di Bogor Tetap Diberlakukan

Setelah penutupan Jembatan Otista, terjadi kepadatan kendaraan di sejumlah titik.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Irfan Fitrat
Kepadatan arus lalu lintas kendaraan terjadi di sejumlah ruas jalan wilayah Kota Bogor, Selasa (2/5/2023), selepas penutupan akses Jembatan Otista.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kepadatan arus lalu lintas kendaraan terjadi di sejumlah ruas jalan wilayah Kota Bogor, Selasa (2/5/2023), selepas penutupan akses Jembatan Otista.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Kepadatan arus kendaraan terjadi di sejumlah titik wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/5/2023), selepas penutupan akses Jembatan Otista untuk pekerjaan pembangunan. Meski demikian, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut sistem satu arah (SSA) di kawasan pusat Kota Bogor masih diberlakukan, tidak kembali menjadi dua arah.

“Banyak pertanyaan mengapa tidak diberlakukan kembali dua arah dan menonaktifkan SSA. Hal ini tidak bisa diterapkan karena berdasarkan kajian beban jalan akan jauh lebih tinggi,” kata Bima Arya ketika ditemui Republika, Selasa (2/5/2023).

Baca Juga

Sejumlah warga menyarankan jalur SSA untuk sementara dikembalikan menjadi dua arah. Pasalnya, selepas penutupan akses Jembatan Otista, pengguna jalan harus memutar ke arah simpang Plaza Ekalokasari, Kecamatan Bogor Timur, kemudian memasuki kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, lalu ke kawasan Suryakencana untuk bisa tiba di pusat kota.

Berdasarkan pantauan Republika, Selasa, terjadi kepadatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan yang dilakukan rekayasa lalu lintas. Di ruas Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, misalnya, sempat terjadi kemacetan sekitar dua kilometer menuju simpang Plaza Ekalokasari. Kepadatan arus kendaraan pun tampak di jalur alternatif sekitarnya.

 

Kepadatan arus kendaraan juga terjadi di sekitar Tugu Kujang dan Rumah Sakit PMI, yang mengarah ke Jambu Dua. Jalan yang tadinya jalur satu arah itu dijadikan dua arah, sehingga selain dari arah Tugu Kujang ada arus kendaraan dari arah Jalan Jalak Harupat.

Sementara di kawasan Suryakencana arus lalu lintas tampak lengang.

Bima Arya mengatakan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor akan menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi kepadatan arus kendaraan imbas penutupan Jembatan Otista. Di antaranya dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas, menambah petugas di lapangan, serta menertibkan kendaraan yang parkir di badan jalan.

“Beberapa hari ke depan kami akan terus monitor kondisi lalu lintas di lapangan. Mohon masukan disampaikan ke website https://jembatanotista.kotabogor.go.id,” kata Bima Arya. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement